JAKARTA - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan penurunan laba bersih di kuartal III-2025 dari sebelumnya yang tercatat sebesar Rp3,91 triliun menjadi Rp1,60 triliun. Sementara itu EBITDA perusahaan tercatat sebesar Rp3,6 triliun dengan EBITDA margin di angka 11 persen.
"Di tengah tekanan harga batu bara global yang masih menurun, PTBA mempertahankan kinerja operasional yang solid," ujar Direktur Utama PTBA Aarsal Ismail, dikutip Jumat, 31 Oktober.
Di sisi lain, beban pokok pendapatan PTBA naik 11 persen menjadi Rp27,76 triliun. Hal ini seiring dengan peningkatan aktivitas operasional dan kenaikan harga bahan bakar imbas penerapan biodiesel B40 yang turun menekan margin keuntungan.
"Kewajiban untuk menggunakan B40 juga berdampak pada peningkatan biaya bahan bakar yang digunakan oleh perusahaan baik untuk bahan bakar maupun angkutan kereta api," jelas dia.
BACA JUGA:
Dari sisi produksi, PTBA membukukan volume produksi sebesar 35,89 juta ton atau naik 9 persen dibandingkan 32,97 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun volume penjualan PTBA juga tercatat mengalami kenaikan sebesar 8 persen menjadi 33,7 juta ton, dengan penjualan domestik tumbuh 11 persen dan ekspor naik 4 persen.
“Peningkatan volume operasional turut mendorong kenaikan belanja modal untuk mendukung proyek logistik dan keberlanjutan produksi,” jelas Arsal.
Smentara itu total aset PTBA mencapai Rp 42,83 triliun atau naik 3 persen dibandingkan akhir 2024. Total liabilitas meningkat 15 persen menjadi Rp 22,06 triliun, sementara ekuitas turun 8 persen menjadi Rp 20,77 triliun.