BAJAWA - PT PLN (Persero) berencana mendorong bauran energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia khususnya Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP).
Manager Perizinan dan Komunikasi PLN UIP Nusa Tenggara, Bobby Robson Sitorus mengatakan saat ini bauran EBT di NTT masih terbilang sangat kecil yakni sebesar 8-9 persen yang ditopang panas bumi dan tenaga surya.
"Jadi ditargetkan itu paling banyak di Flores itu adalah geotermal. Untuk Timor itu PLTS," ujar Bobby di Bajawa, dikutip Senin, 27 Oktober.
Bobby menjelaskan, sistem kelistrikan di NTT terbagi ke dalam beberapa sistem seperti Sistem Flores dengan beban puncak sebesar 104 megawatt (MW), Sistem Timor dengan beban puncak terbesar yakni 145 MW, sistem Rote, sebesar 4 MW, Sistem Alor sebesar 3 MW, sistem Waingapu sebesar 3 MW.
"Jadi dia bentuknya tersendiri-sendiri. Kemudian itu sebagian besar, bukan sebagian besar. Paling banyak itu dipasok oleh fosil. Energi fosil ya. Pakai solar sama pakai batu bara. Itu sekitar 87 persen," sambung Bobby.
Sejatinya, lanjut dia, NTT juga memiliki pembangkit listrik hijau seperti PLTS dan PLTP namun dalam jumlah yang kecil.
Padahal, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034, Provinsi NTT juga termasuk dlam provinsi yang akan melakukan swasembada energi melalui PLTS dan PLTP. Bobby juga menyebut, Sistem Timor akan memiliki PLTS dengan daya 136 MW sementara SIstem FLores akan memiliki PLTP dengan daya lebih dari 130 MW dalam kurun waktu 10 tahun.
BACA JUGA:
"(PLTS) Tadi di Kupang itu sekitar 136 MW. 136 MW, bayangkan. 10 tahun itu. Sedangkan kalau di sistem Flores itu kecil yang PLTS-nya paling 50-60 MW. Lebih banyak Geotermal. Geotermal itu 130 lebih. 130 Megaan," beber Bobby.
Bobby juga menepis anggapan jika PLN hanya melirik potensi PLTP dari NTT. Menurutnya, PLN juga mengoptimalkan sumber listrik bersih dari alternatif lain seperti PLTS dan mini hidro. Tak hanya itu, PLN juga melakukan penelitian terkait pembangkit listrik dari angin dan arus laut di NTT.
"Jadi orang bilang, kenapa harus geotermal? Ya enggak juga. Kita pasang juga kok disini. Kita pasang juga PLTS. Kita juga lagi penelitian untuk yang angin sama yang untuk tindal," tandas dia.