Bagikan:

JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa pemerintah turut mempertimbangkan untuk memberikan insentif pajak khusus kepada sektor otomotif nasional.

Adapun, hal ini sejalan dengan rencana Presiden Prabowo Subianto untuk membangun pabrik mobil nasional, dengan target memproduksi mobil buatan Indonesia dalam waktu tiga tahun ke depan.

"(Apakah akan ada insentif khusus bagi industri otomotif nasional?) Nanti kita lihat," ujarnya kepada awak media, Selasa, 22 Oktober.

Selain itu, Purbaya menambahkan bahwa pemerintah akan terlebih dahulu meninjau sejauh mana kesiapan industri otomotif nasional.

Lebih lanjut, Ia juga menjelaskan bahwa pada tahun ini, pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan kendaraan dinas Menteri dan Wakil Menteri, dengan menggunakan mobil buatan dalam negeri, yaitu Maung produksi PT Pindad.

Purbaya menambahkan karena kapasitas produksi belum mampu memenuhi permintaan sesuai yang telah ditetapkan, sebagian anggaran akhirnya dikembalikan.

"Cuman kapasitas produksinya belum cukup untuk melayani desain permintaan yang disiapkan sebelumnya, sehingga sebagian anggaran dikembalikan, tapi untuk tahun depan kalau mereka udah siap ya kita beli," jelasnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan rencana pemerintah untuk membangun pabrik mobil nasional, dengan target produksi mobil buatan Indonesia dalam waktu tiga tahun ke depan.

Adapun saat ini, Prabowo sendiri telah menggunakan mobil Maung buatan PT Pindad sebagai kendaraan dinas Presiden RI.

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Senin, 20 Oktober, Prabowo menyampaikan bahwa seluruh anggota Kabinet Merah Putih juga akan diminta beralih ke kendaraan produksi dalam negeri salah satunya adalah mobil Maung. Salah satunya adalah mobil Maung yang telah mulai digunakan oleh sejumlah pejabat dan perwira tinggi TNI.

"Sebentar lagi saudara semua juga harus pakai Maung, saya nggak mau tahu tuh. Mobil bagus dipakai pas libur aja. Atau saat saya nggak panggil kau boleh lah pakai mobil itu," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, di Istana Negara, Senin, 20 Oktober.

Prabowo sempat bercerita bahwa dirinya belum lama ini kembali menggunakan mobil mewah Alphard. Meski mengakui kenyamanan mobil tersebut, ia menyadari pentingnya memberikan contoh penggunaan produk lokal.

"Saya kemarin pergi, saya mau incognito, saya pakai Alphard udah lama nggak pakai Alphard. Enak juga. Tapi eits Prabowo ingat kamu itu Presiden Republik Indonesia, harus beri contoh. Ya sudah pake maung terus," ujarnya.

Lebih lanjut, Prabowo menyebut bahwa telah menyiapkan dana dan lahan untuk pembangunan pabrik mobil nasional serta tim khusus pun saat ini tengah bekerja merealisasikan proyek tersebut.

"Ini memang belum merupakan prestasi, tapi kita sudah mulai rintis. Kita akan punya mobil buatan Indonesia dalam 3 tahun yang akan datang," ungkapnya.

Prabowo menambahkan, keberhasilan memproduksi mobil sendiri akan mengurangi ketergantungan pada impor, sekaligus memperkuat industri otomotif nasional yang berbasis pada kemampuan dalam negeri.