JAKARTA - Pemerintah telah memulai pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di 65 lokasi. Pembangunan KNMP yang diinisiasi oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) itu menelan anggaran Rp1,34 triliun dan ditargetkan selesai akhir 2025.
Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Hubungan Masyarakat dan Komunikasi Publik Doni Ismanto Darwin menyebut, pembangunan KNMP akan dilakukan dengan pengawasan ketat melibatkan instrumen teknologi hingga lembaga penegak hukum.
"Sebagai program prioritas pemerintah yang mendapat perhatian khusus dari Presiden Prabowo, pelaksanaan program KNMP tentu butuh pengawasan maksimal. Program ini dibangun menggunakan APBN, sehingga manfaatnya harus benar-benar dirasakan oleh masyarakat di sana," ujar Doni dalam keterangan resminya, ditulis Jumat, 26 September.
Sebagai upaya pengawasan, KKP sudah menyiapkan konsultan pengawas, tim khusus pengawas lapangan serta menggandeng Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung (Kejagung).
Sinergi dengan lembaga penegak hukum penting untuk mengurai sejak dini potensi munculnya ancaman, gangguan, hambatan dan tantangan yang dapat menghambat pelaksanaan program prioritas tersebut.
BACA JUGA:
KKP juga mewajibkan pemasangan CCTV di setiap lokasi agar progres pembangunan dapat terpantau secara real time dari manapun, termasuk oleh Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono.
Pemasangan CCTV pun ditargetkan selesai dan terkoneksi semua pada minggu ini. Dengan demikian, pembangunan KNMP bisa dimonitoring oleh Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono beserta jajaran.
Selain pengawasan oleh internal KKP, eksternal dan instrumen teknologi, KKP mengajak awak media ikut mengawal pelaksanaan KNMP yang diproyeksikan menyerap 7.000 tenaga kerja tersebut.