Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut, sebanyak 19 unit Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) telah selesai dibangun dan sudah beroperasi penuh.

Pada tahap I pembangunan KNMP ini, pemerintah menargetkan sebanyak 65 KNMP terbangun pada Mei 2026. Akan tetapi, target itu mundur dari sebelumnya dibidik pada Januari tahun ini.

Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Humas dan Komunikasi Media Doni Ismanto mengatakan, dari 65 unit KNMP yang akan dibangun, 19 unit sudah rampung dan sisanya masih dalam pembangunan dengan progres mencapai 80 persen.

"Yang 100 persen itu ada 19 titik dan sudah beroperasi. Dan sekarang yang 65 itu rata-rata (progresnya) sudah sampai 80-an persen," ucap Doni dalam konferensi pers di kantornya, Rabu, 28 Januari.

Doni menjelaskan, lima KNMP rampung tersebar di sejumlah titik, antara lain ada di Toli-Toli (Sulawesi Tengah); Bumiharjo (Jawa Tengah); Pujiharjo (Jawa Timur); Labetawi (Maluku); Gebang Mekar (Jawa Barat), Karang Duwur (Jawa Tengah); dan Poncosari (Daerah Istimewa Yogyakarta).

Menurut dia, pembangunan KNMP tahap I tersebut akan dikejar sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Hanya saja, kata dia, saat ini masih terkendala cuaca ekstrem.

"Dikebut, ya (pembangunannya). Tapi kan cuaca kayak gini juga, di beberapa titik itu cuacanya juga kayak di Jakarta. (Kendalanya) ada cuaca, masalah akses ke sana buat bawa barang dan sebagainya," kata dia.

Sebelumnya, KKP mengeklaim, pembangunan KNMP di 65 lokasi telah menyerap sebanyak 17.550 tenaga kerja.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap KKP Lotharia Latif mengatakan, tenaga kerja terserap mulai dari pekerja konstruksi, nelayan hingga tenaga kerja operasional KNMP.

Menurut dia, penyerapan tenaga kerja akan terus bertambah seiring dikelolanya fasilitas, logistik perikanan hingga dukungan layanan hulu dan hilir.

"Peningkatan tenaga kerja ini menjadi mandat Presiden RI yang tertuang dalam Astacita, khususnya khususnya dalam penciptaan lapangan kerja dan kemandirian ekonomi lokal," ujar Lotharia dalam keterangan resmi, Rabu, 7 Januari.

Latif menilai, pembangunan KNMP menjadi bagian dari prioritas nasional untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir dan perluasan lapangan kerja. Bukan sekadar membangun infrastruktur fisik, melainkan juga jadi model pemberdayaan ekonomi pesisir inklusif melalui social engineering.

"Program ini hadir bukan hanya membangun fasilitas seperti dermaga, cold storage atau pabrik es, ini adalah kesempatan nyata bagi masyarakat pesisir untuk bangkit secara ekonomi dan sosial," katanya.