Bagikan:

JAKARTA - Pembangunan 65 Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) tahap I masih terus berjalan dan menunjukkan progres signifikan.

Hingga saat ini, progres rata-rata pembangunan KNMP telah mencapai 80 persen.

"Akhir bulan ini sudah jadilah, sudah 80-an persen. Itu cuman, paling bersih-bersihin jalan," ujar Staf Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan Bidang Humas dan Komunikasi Publik Doni Ismanto saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu, 28 Januari.

Doni bilang, hingga saat ini terdapat 19 KNMP yang telah selesai dibangun dan beroperasi penuh.

Sementara itu, pemerintah menargetkan pembangunan 65 KNMP untuk tahap pertama dengan biaya Rp1,34 triliun.

Artinya, masih ada 46 KNMP yang masih dibangun. Dia berharap, KNMP yang masih dalam tahap pembangunan bisa segera menyusul dan beroperasi.

Menurut Doni, kondisi cuaca dan akses logistik menjadi kendala pembangunan KNMP. "Di beberapa titik itu cuacanya juga kayak di Jakarta. Kami, sih, penginnya ya cepat, lah. Tiap hari kerja, kok, mereka," kata dia.

Beberapa KNMP rampung dibangun dan beroperasi, antara lain ada di Toli-Toli (Sulawesi Tengah); Bumiharjo (Jawa Tengah); Pujiharjo (Jawa Timur); Labetawi (Maluku); Gebang Mekar (Jawa Barat), Karang Duwur (Jawa Tengah); dan Poncosari (Daerah Istimewa Yogyakarta).

Dia menyatakan, beberapa KNMP yang telah beroperasi bahkan telah mengekspor hasil perikanan. Salah satunya adalah KNMP di wilayah timur Indonesia, yang mengekspor hampir satu ton ikan segar hasil tangkapan nelayan pesisir ke Arab Saudi pada 10 Januari 2026.

Adapun KNMP merupakan versi peningkatan dari program sebelumnya yakni Kampung Nelayan Maju.

Melalui program KNMP, kata Doni, pemerintah memberikan kebutuhan tambahan yang sebelumnya belum terfasilitasi.

Misalnya stasiun pengisian bahan bakar umum hingga fasilitas pendingin.

"Tapi kalau nanti KNMP sudah jalan, ternyata dilihat ada kekurangan, ya, kami tambahin lagi," tutur dia.