JAKARTA — Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dikaitkan dengan laporan MSCI. Hal ini menyebabkan IHSG terkena pembekuan sementara atau trading halt usai anjlok 8 persen.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Roslani menilai persoalan utamanya ada pada transparansi dan akuntabilitas pasar.
“Ini trigger dari MSCI yang mengeluarkan report. Bursa kita diharapkan lebih transparan lagi dan ini harus ditindaklanjuti segera,” ujarnya di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu, 28 Januari.
Rosan menegaskan isu ini bukan hal baru. Evaluasi perlu dilakukan karena MSCI menjadi acuan penting investor global saat menempatkan dana di berbagai negara. “Fundamental perusahaan-perusahaan kita sangat baik. Tapi MSCI itu referensi investor dunia,” katanya.
Penyedia indeks global Morgan Stanley Capital International (MSCI) sebelumnya memutuskan menangguhkan sementara sejumlah perubahan terhadap saham-saham Indonesia dalam perhitungan indeksnya. Keputusan ini diambil karena masih ada kekhawatiran soal struktur kepemilikan saham yang dinilai terlalu terkonsentrasi serta keterbatasan akses pasar bagi investor global.
MSCI juga menyatakan menghentikan penambahan saham Indonesia ke dalam indeks serta membekukan kenaikan bobot saham yang dianggap tersedia untuk diperdagangkan. Langkah ini bersifat sementara sebagai mitigasi risiko, sambil menunggu perbaikan dari regulator pasar modal Indonesia.
Di sisi lain, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menerapkan pembekuan sementara perdagangan saham atau trading halt. Kebijakan itu diambil setelah IHSG turun 8 persen ke level 8.261,7 pada perdagangan hari yang sama.
BACA JUGA:
BEI menyebut langkah tersebut sebagai respons atas penurunan indeks yang telah mencapai ambang batas. Trading halt dilakukan untuk menjaga perdagangan tetap teratur, wajar, dan efisien sesuai aturan bursa.
Rosan menekankan, perbaikan harus segera dilakukan agar kepercayaan pasar tetap terjaga. Fokusnya bukan pada kinerja emiten, tetapi pada tata kelola pasar.
Saat ditanya soal BUMN tekstil, ia belum memberi komentar karena baru kembali dari perjalanan dan akan membahasnya dalam rapat. Hal serupa disampaikan ketika ditanya rencana Danantara masuk pasar. “Nanti dulu satu-satu,” ujarnya.