JAKARTA - Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Saleh Partaonan Daulay menilai, usulan tambahan anggaran yang diajukan oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) perlu untuk ditindaklanjuti.
Pasalnya, kata Saleh Daulay, berdasarkan paparan rencana kerja yang disampaikan Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita pada tahun depan, memang belum ada alokasi anggaran untuk menjalankan program tersebut.
Salah satunya untuk menunjang keberadaan Indonesia sebagai partner country pada penyelenggaraan pameran industri internasional INNOPROM tahun 2026 di Rusia yang membutuhkan anggaran sebesar Rp202,5 miliar.
"Usulan tambahan itu justru menarik Pak Menteri (Agus Gumiwang). Kalau yang saya lihat di sini INNOPROM itu, kan, amanat dari pemerintah untuk dikerjakan. Itu, kan, anggarannya belum ada misalnya. Jadi kalau nggak ada tambahannya, kan, agak repot melaksanakan dan itu strategis," ujar dia dalam Rapat Kerja Komisi VII bersama Kementerian Perindustrian di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 September.
Saleh Daulay juga menyampaikan pengalamannya saat melakukan kunjungan kerja ke politeknik tekstil yang ada di Bandung, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, politeknik itu merupakan tempat pendidikan bagus. Akan tetapi, kata dia, masih terdapat kekurangan anggaran di sana, baik untuk penelitian dan beasiswa.
BACA JUGA:
Sementara, lanjut Saleh Daulay, alumni atau lulusan dari politeknik tersebut tidak pernah ada yang menganggur.
"Jadi, menurut saya itu penting juga untuk dijadikan sebagai tawaran ke pemerintah di tengah situasi (masyarakat) seperti sekarang kesulitan cari lapangan pekerjaan baru, pembukaan industri baru dan seterusnya. Saya kira itu alternatif yang sangat penting untuk ditindaklanjuti," pungkasnya.
Sebelumnya, Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita mengusulkan tambahan anggaran untuk 2026 sebesar Rp1,46 triliun.
Sementara pagu efektif anggaran yang diterima Kemenperin sebesar Rp2,50 triliun.
"Dalam rangka mendukung pertumbuhan industri nasional, kami sampaikan pengusulan tambahan anggaran sebesar Rp1,46 triliun," ujar Agus dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 3 September.
Agus bilang, tambahan anggaran tersebut akan digunakan untuk mendukung pertumbuhan industri nasional.
"Tambahan ini ditujukan untuk membiayai 222 kegiatan strategis yang dinilai dapat berdampak langsung terhadap percepatan pembangunan sektor industri," katanya.