Bagikan:

JAKARTA - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan, sejumlah capaian yang telah dikerjakan pemerintahannya selama 10 bulan pertama.

Menurut dia, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras pemerintah demi mewujudkan cita-cita bangsa.

"Dengan dukungan semua komponen bangsa, pemerintah bersatu padu, berjuang, agar rakyat tetap terlindungi, ekonomi Indonesia tetap stabil dan layanan publik dapat berjalan efektif," ujar Prabowo dalam Pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Agustus.

Sejumlah capaian itu di antaranya, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2020 mencapai 5,12 persen secara tahunan atau year on year (yoy). Menurut Prabowo, pertumbuhan itu membaik dari triwulan pertama yang hanya 4,87 persen.

"Lebih dari setengahnya adalah kontribusi dari aktivitas konsumsi masyarakat yang meningkat 4,97 persen," ujar Prabowo dalam Pidato Nota Keuangan dan RAPBN 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 15 Agustus.

Lalu, ekspor RI tumbuh sebesar 10,67 persen. Prabowo bilang, nilai tambah dari hilirisasi menjadi penyumbang terbesar kuatnya ekspor Indonesia. "Kuatnya ekonomi menunjang peningkatan kesejahteraan rakyat," kata dia.

Berikutnya, tingkat pengangguran turun menjadi 4,76 persen pada Februari 2025 dan juga berkurang dibandingkan tahun lalu sebesar 4,82 persen. "Lalu dengan 3,6 juta lapangan kerja baru yang berhasil diciptakan," terang dia.

Kemudian, lanjut Prabowo, pemerintah juga berhasil menurunkan tingkat kemiskinan menjadi 8,47 persen. Dia mengklaim, angka itu merupakan terendah sepanjang sejarah.

Selain itu, menurut dia, pemerintah juga sudah bekerja keras agar inflasi tetap rendah di kisaran 2,4 persen. Sehingga, menjaga daya beli masyarakat, terutama masyarakat tidak mampu.

"Inilah bukti nyata dengan kerja keras dan kesungguhan, kami mampu memperjuangkan nasib jutaan rakyat Indonesia untuk hidup lebih sejahtera," pungkasnya.