Bagikan:

JAKARTA - Perum Bulog mengakui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) memang masih minim. Dari total target tahun ini 1,3 juta ton, reaslisasi penyalurannya baru mencapai 16.742 ton.

Beras SPHP merupakan salah satu program pemerintah untuk melakukan intervensi harga beras saat tinggi.

Beras tersebut dijual dalam kemasan 5 kilogram (kg) dengan harga sesuai harga eceran tertinggi (HET) beras medium Rp12.500 per kg atau Rp62.500 per 5 kg.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, salah satu penyebab penyaluran SPHP masih minim karena terkendala penggunaan aplikasi bernama Klik SPHP.

Dia bilang, sejumlah pedagang atau pengecer kesulitan menggunakan aplikasi karena tidak terbiasa menggunakan gadget. Apalagi masih banyak gadget pedagang yang masih jadul.

“Betul (masih jauh dari target). Memang, satu karena semua ini menggunakan aplikasi (Klik SPHP), kan tidak semuanya langsung bisa cepat. Mohon maaf kan perlu sosialisasi, teman-teman pengecer-pengecer di pasar kan sudah sepuh-sepuh, handphonenya masih jadul, sehingga enggak ada handphone adroid dan sebagainya,” tuturnya ditemui di Kantor Kementerian Koodinator Bidang Pangan, Jakarta, Rabu, 13 Agustus.

Meski begitu, Rizal mengatakan, pegawai Bulog yang ada di setiap wilayah turut membantu pengecer menggunakan aplikasi tersebut.

Selain karena penggunaan aplikasi, Rizal bilang pengecer juga memiliki keterbatasan karena hanya dibatasi maksimal membeli 2 ton beras SPHP.

“Jadi pengecer-pengecer tersebut itu harus mengikuti aturan SPHP. Terdaftar, kemudian bisa pesan di situ juga. Kemudian kalau sudah terdaftar bisa pesan per pengecer itu maksimal dia bisa pesan 2 ton. Kalau kurang juga boleh, sesuai dengan kemampuan dari masing-masing pengecer. Karena pengecer kemampuannya beda-beda,” jelasnya.

Karena itu, Rizal bilang pihaknya terus membantu pedagang untuk mendapatkan beras SPHP sekaligus untuk mempercepat penyaluran. Caranya, gudang Bulog yang ada di setiap wilayah juga ikut serta melakukan penjualan beras SPHP.

“Namanya kita jualan terbatas ini kan, sampai kita nih jualnya gudang-gudang Bulog yang ada di wilayah itu juga jualan, operasi pasar, bawa truk sampai ke pasar-pasar,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, Perum Bulog melaporkan realisasi penyaluran atau distribusi beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) baru mencapai 16.742 ton atau setara 1,27 persen dari target 1,3 juta ton hingga Desember 2025.

Realisasi tersebut disampaikan Direktur Rantai Pasok dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Suyamto dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, dilansir dari YouTube Kemendagri, Senin, 11 Agustus.

“Terkait dengan pelaksanaan SPHP, jadi betul realisasi SPHP posisi per hari ini, realisasinya sudah mencapai 16.742 atau masih sekitar 1 persen dari penugasan Juli sampai dengan Desember,” ujar Suyamto.

Suyamto mengungkapkan provinsi dengan realisasi penyaluran beras SPHP tertinggi yaitu Sulawesi Selatan dengan total 1.805 ton. Kemudian diikuti Jawa Timur dengan 1.329 ton.

“Yang terendah itu di Papua Selatan 930 ton, Papua Barat Daya 487 ton, dan DKI Jakarta 603 ton,” ucapnya.