JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan meminta agar Perum Bulog segera mempercepat penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pasaran.
Mengingat, kata dia, realisasi penyaluran beras murah tersebut masih minim.
“Kita meminta agar Bulog mempercepat operasi pasarnya, yang SPHP. Sudah diputuskan kan 1,3 juta ton, memang bertahap (disalurkan), sekarang sudah 2.500 ton (per hari). Kalau 2.500 masih sedikit sampai kita menunggu panen gadu,” tuturnya saat konferensi pers di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu, 13 Agustus.
Pria yang akrab disapa Zulhas ini mengatakan penyaluran beras murah ini perlu dipercepat karena pada September akan memasuki panen gadu. Biasanya, produksi beras mengalami penurunan.
Sekadar informasi, saat produksi beras turun maka harga di pasaran akan meningkat. Karena itu, diperlukan intervensi pemerintah melalui penyaluran beras SPHP.
“Panen gadu itu bulan keesokan, ya. Nah, September ini, ini masih ada 3 minggu,” ucapnya.
Selain itu, Zulhas juga meminta penyaluran beras SPHP ke depannya tidak hanya mengandalkan bazar.
Dia ingin penyaluran dilakukan langsung ke tata niaga pasar.
“Kalau kita masuknya itu melalui bazar, itu lambat sekali. Masuk ke pasar, karena pasar yang instrument yang sudah terbiasa tata niaga beras. Jadi pasar itu harus menjadi tempat untuk penyaluran SPHP itu,” jelasnya.
Dari hasil tinjauan ke beberapa pasar, sambung Zulhas, beras SPHP saat ini belum masuk ke pasar.
Meski begitu, Zulhas mengakui memang perlu persiapan untuk bisa menyalurkan beras SPHP ke langsung ke pasar.
BACA JUGA:
Zulhas pun berharap penyaluran beras murah melalui program SPHP bisa meningkat mencapai 7.000 hingga 10.000 ton per hari.
“Tolong Pak (Dirut) Bulog cepat, kalau bisa 7.000-10.000 ton satu hari, sehingga satu bulan bisa 300.000 ton. Itu 10.000 aja masih kurang. Jadi dipercepat, terutama yang provinsi-provinsi besar, Jawa, Sumatera, Sulawesi,” tutur Zulhas.