Bagikan:

JAKARTA - PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) membukukan laba bersih pada semester I-2025 sebesar Rp2,15 triliun atau terkoreksi 12,6 persen jika dibandingkan secara tahunan atau year on year (yoy) Rp2,46 triliun pada semester I-2024.

Sementara itu, penjualan bersih sebesar Rp18,20 triliun pada semester I-2025 atau turun 4,4 persen secara tahunan (yoy) dari Rp19,04 triliun per semester I-2024.

Di sisi lain, beban pemasaran dan penjualan turun dari Rp4,58 triliun menjadi Rp4,26 triliun pada semester I-2025. Sementara itu, EBITDA perusahaan juga turun dari Rp3,58 triliun menjadi Rp3,33 triliun pada semester pertama 2025.

Adapun, Belanja iklan dan promosi meningkat menjadi 8,9 persen dari total penjualan bersih, menegaskan investasi berkelanjutan dalam hal ekuitas dan keterlibatan konsumen.

"Meskipun kinerja kami di Semester I 2025 masih berada di bawah capaian tahun sebelumnya, kami melihat perbaikan bertahap dibandingkan dengan Semester II 2024, baik dalam hal pertumbuhan penjualan maupun profitabilitas,"ujar President Direktur UNVR Benjie Yap dalam konferensi pers, Kamis, 31 Juli.

Benjie menyampaikan bahwa merek-merek yang mewakili 55 persen dari portofolio telah mencatat pertumbuhan, menunjukkan penerimaan konsumen yang lebih baik dan ketangguhan portofolio.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa fundamental bisnis perseroan juga semakin kuat, didorong oleh inisiatif yang terarah dan langkah tegas yang ambil untuk mengatasi tantangan operasional mulai membuahkan hasil nyata.

Menurutnya capaian awal ini menjadi landasan yang kokoh untuk menjaga momentum dan menempatkan kami pada posisi yang baik untuk kembali tumbuh mulai Kuartal III tahun 2025 dan seterusnya, sesuai dengan proyeksi yang telah kami tetapkan.

Benjie menyampaikan prioritas utama UNVR di tahun 2025 ditopang oleh tiga pilar utama yaitu pertama, ingin memaksimalkan potensi merek inti dengan menghadirkan merek produk yang tak tertandingi dan meluncurkan terobosan dan inovasi jangka panjang.

Kemudian kedua, menciptakan pasar dengan cara proaktif memperluas pasar, mendorong premiumisasi, dan melakukan eksekusi yang cemerlang di pasar. Serta terakhir, pihaknya juga terus meningkatkan dampak bisnis di seluruh titik kontak dengan konsumen maupun pelanggan.

Selain itu, ia menyampaikan UNVR juga pada paruh pertama tahun 2025 memperkuat identitas dan proposisi nilai dari merek-merek inti termasuk Pepsodent, Lifebuoy, dan Royco melalui perbaikan 6P: Product (Produk), Price (Harga), Place (Tempat), Promotion (Promosi), Prepositions (Preposisi) and Pack (Pengemasan).

"Merek-merek seperti Pepsodent, Bango, Royco, Sunlight, Axe dan Clear juga mencatatkan pertumbuhan di Semester I, menegaskan kembali relevansi dan ketangguhan merek-merek tersebut di tengah lanskap pasar yang dinamis," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa menggarap segmen yang berkembang pesat sangat penting untuk menangkap permintaan yang lebih besar sekaligus menunjukkan kelincahan kami dalam merespon kebutuhan konsumen yang terus berkembang.

Menurutnya pada Semester I, segmen dengan pertumbuhan tinggi seperti Beauty & Wellbeing (Sun, Serum, Treatments, Lightweight) membukukan pertumbuhan sebesar 36 persen.

Selain itu, ia menyampaikan bahwa lortofolio premium UNVR juga mengalami pertumbuhan di Kuartal II, melanjutkan momentum peningkatan dari kuartal sebelumnya.

"Untuk memperluas aksesibilitas bagi semua segmen konsumen, kami terus memperluas penawaran produk-produk dengan harga yang terjangkau. Inisiatif yang dilakukan antara lain adalah meluncurkan Sabun Batang Lifebuoy; Bango magic dengan harga Rp1000, dan meluncurkan Rinso dengan kemasan baru di harga Rp500," jelasnya.

Benjie menyampaikan dengan berbagai inovasi ini memungkinkan pihaknya untuk memenuhi kebutuhan konsumen sekaligus memperkuat kehadiran di saluran general trade.

Ia menambahkan bahwa pihaknya berhasil mencapai kemajuan yang baik di ranah operasional utama selama Semester I, memperkuat fundamental bisnis, menjaga tingkat stok pelanggan tetap optimal dan meningkatkan tingkat layanan, sehingga bisa mengirimkan produk yang tepat dan tepat waktu.

"Kami semakin memperluas cakupan langsung kami pada 2025, sehingga kami bisa menjangkau lebih banyak gerai secara langsung. Kami juga meningkatkan kapasitas tenaga penjualan, memperbaiki eksekusi di toko dan meningkatkan keterlibatan pelanggan," tuturnya.

Selain itu, ia menyatakan pihaknya juga mengoptimalkan variasi produk untuk memastikan bauran SKU yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan lokal.

Menurutnya, semua upaya ini berkontribusi pada penjualan harian yang lebih kuat dan model Distributive Trade yang lebih menguntungkan.

Benjie menambahkan untuk meningkatkan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham, Perseroan berencana untuk membeli kembali saham yang telah diterbitkan dan tercatat di PT Bursa Efek Indonesia dengan nilai maksimum sebesar Rp2 triliun.

Menurutnya, inisiatif ini menegaskan komitmen berkelanjutan Perseroan dalam meningkatkan imbal hasil bagi pemegang saham, sambil tetap menjaga fleksibilitas keuangan untuk berinvestasi dalam pertumbuhan di masa depan.

"Perseroan percaya bahwa ini merupakan langkah strategis yang diambil pada waktu yang tepat untuk memperkuat posisi jangka panjang," tegasnya.

Ia menyampaikan pihaknya juga tetap fokus pada upaya memperkuat merek dengan meningkatkan kapabilitas Go-To-Market, dan mendorong daya saing biaya yang lebih besar melalui kegiatan operasional yang lebih disiplin serta berbagai inisiatif transformasi.

"Dengan berjalan baiknya upaya-upaya ini, kami optimis akan kemampuan kami untuk kembali tumbuh mulai Kuartal III 2025," pungkasnya.