Bagikan:

JAKARTA - Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho menyampaikan, sejak Bapertarum dilikuidasi pada 2019 silam, belum ada simpanan baru peserta hingga saat ini.

Hal ini disampaikan Heru dalam acara Sarasehan BP Tapera bertajuk "Membangun Kolaborasi dan Sinergi Antar Lembaga dalam Mensukseskan Program 3 Juta Rumah di Jakarta, Kamis, 17 Juli.

Heru bilang, sejak Bapertarum dilikuidasi, sisa dananya dialihkan ke BP Tapera pada 2020.

"Jadi, teman-teman ASN jangan menganggap bahwa sampai saat ini masih dipungut terus, masih dipotong terus gajinya untuk tabungan Bapertarum. Undang-undang nggak ada dari 2020," ujar dia.

Heru menjelaskan, BP Tapera adalah badan hukum publik (sui generis) yang dibentuk berdasarkan Undang-Undang (UU) Nomor 4 Tahun 2016 tentang Tapera.

Lembaga ini ditugaskan untuk menghimpun dan menyediakan dana murah jangka panjang serta berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan, khususnya bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan prinsip gotong royong.

"Sejak bergabung dengan BP Tapera pada Maret 2024, kami menyoroti tata kelola menjadi isu dan PR utama. Salah satu fokusnya adalah keselarasan regulasi yang memisahkan pengelolaan dana," ucapnya.

Saat ini, kata Heru, BP Tapera mengelola dua portofolio dana utama. Pertama adalah Dana Ekuitas Perumahan yang bersumber dari simpanan peserta yang dahulu merupakan peserta Badan Pertimbangan Tabungan Perumahan Pegawai Negeri Sipil (Bapertarum).

Ilustrasinya, simpanan ASN dengan golongan 4 yang dulunya hanya sekitar Rp2,6 juta hingga sekitar Rp3 juta, kini bisa mencapai Rp5 juta hingga Rp7 juta lebih, berkat hasil pengembangan dana yang bahkan bisa dicek setiap bulan melalui aplikasi Tapera Mobile.

Kemudian ada Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) yang sejak akhir 2021 dikelola oleh BP Tapera.

Program ini sebelumnya dikelola oleh BLU PPDPP yang dilikuidasi akhir 2021. Hingga saat ini, FLPP telah membantu sekitar 790.000 unit rumah dengan nilai puluhan triliun rupiah.

"Hingga saat ini, sudah mungkin sekitar 790.000 unit rumah yang kami deliver dengan nilai sudah puluhan triliun yang kami salurkan (melalui) FLPP," tuturnya.