Bagikan:

JAKARTA - Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) mencatat, realisasi penyaluran rumah subsidi lewat skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) telah mencapai Rp15,73 triliun hingga Juli 2025.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan, alokasi anggaran tersebut dikucurkan untuk melakukan penyaluran terhadap 126.932 unit rumah subsidi.

"Dalam penyaluran FLPP di 2025, kami telah merealisasikan Rp15,73 triliun untuk 126.932 unit rumah," ujar Heru seperti dikutip dari keterangan tertulisnya, Selasa, 15 Juli.

Heru bilang, alokasi rumah subsidi terbesar berada di Provinsi Jawa Barat dengan total penyaluran mencapai Rp3,73 triliun untuk 29.586 unit.

Dia menjelaskan, dari data tersebut disimpulkan terdapat pasar Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) cukup besar di Provinsi Jawa Barat.

"Provinsi Jawa Barat masih menempati urutan pertama dalam kontribusi penyaluran FLPP tahun ini, yakni 29.856 unit rumah subsidi senilai Rp3,73 triliun. Ini menunjukkan masih banyak MBR di Provinsi Jawa Barat perlu difasilitasi dalam pemenuhan hunian layak dan terjangkau," ucapnya.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) menuturkan, Provinsi Jawa Barat memiliki kesempatan besar untuk mengajak warganya memanfaatkan fasilitas bantuan pembiayaan perumahan tersebut.

"Tolong sampaikan kepada rekan-rekan, bapak/ibu, yang berprofesi sebagai guru, pegawai, buruh maupun para wiraswasta, bahwa masih banyak kuota FLPP tersedia untuk dapat dimanfaatkan," tuturnya.

Adapun Bank Pembangunan Daerah (BPD) BJB sendiri memiliki kuota FLPP mencapai 10.000 unit rumah dan Kementerian PKP optimistis target tersebut dapat dipenuhi oleh BPD BJB hingga akhir tahun nanti.