Bagikan:

JAKARTA - PT Chandra Asri Investama Tbk (CDIA) resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu, 9 Juli 2025, melalui penawaran umum perdana saham atau iinitial public offering (IPO).

Adapun, seremoni pencatatan saham perdana ini turut dihadiri oleh keluarga konglomerat Prajogo Pangestu, yaitu Agus Salim Pangestu yang merupakan anak pertama dari Prajogo Pangestu yang saat ini menjabat sebagai Direktur Utama PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Diketahui, CDIA sendiri merupakan anak usaha dari PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA), perusahaan milik Prajogo Pangestu, yang menguasai 74,89 miliar saham atau setara dengan Rp7,48 triliun di CDIA.

Ia menyatakan dukungannya terhadap langkah IPO yang dilalukan CDIA karena perusahaan ini memiliki prospek pertumbuhan yang kuat di sektor infrastruktur dan juga diyakini mampu mendukung pertumbuhan ekonomi dan program Presiden Prabowo Subianto.

“Baguslah, harus support Pak Presiden punya growth yang 8 persen dan untuk Chandra Asri, infrastruktur itu penting untuk growth-nya. Jadi semoga bisa mendukung negara dan programnya Pak Presiden,” tuturnya kepada awak media di Gedung BEI, Rabu, 9 Juli.

Melalui Penawaran Umum Perdana Saham ini, CDIA berhasil menghimpun dana sebesar Rp2,37 triliun melalui penerbitan 12.482.937.500 lembar saham baru dengan harga penawaran Rp190 per saham, sebuah langkah strategis untuk mendukung ekspansi jangka panjang.

Untuk diketahui saham CDIA langsung melonjak 34,74 persen ke level Rp256 per saham pada sesi pembukaan perdagangan, sehingga terkena Auto Reject Atas (ARA).

Perseroan juga mencatat oversubscription atau kelebihan permintaan hingga 563,64 kali dengan total partisipasi 400.126 investor sepanjang masa penawaran.

Presiden Direktur CDIA Fransiskus Ruly Aryawan menyampaikan bahwa penawaran saham perdana CDIA mencatatkan kelebihan permintaan (oversubscription) hingga 563,64 kali, dengan partisipasi dari 400.126 investor selama masa penawaran.

Ia mengklaim ini merupakan oversubscription tertinggi dalam sejarah IPO di BEI.

“sepertinya oversubscription CDIA kami merupakan yang tertinggi di Bursa Efek Indonesia sampai saat ini,” ungkap Ruly dalam sambutannya di Main Hall BEI.