JAKARTA - Nilai tukar rupiah pada perdagangan Rabu, 16 April diperkirakan akan bergerak melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Mengutip mengutip Bloomberg pada hari Selasa, 15 April, kurs rupiah spot ditutup turun 0,23 persen ke level Rp16.827 per dolar AS.
Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup melemah 0,25 persen ke level harga Rp16.815 per dolar AS.
Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyampaikan Trump mengindikasikan potensi penangguhan tarif otomotif pada hari Senin mengindikasikan potensi pengecualian dari tarif 25 persen pada impor kendaraan asing, terutama dari negara-negara seperti Meksiko dan Kanada.
"Sebelum ini, pemerintah mengumumkan pengecualian untuk barang elektronik tertentu, termasuk telepon pintar dan laptop, terutama dari Tiongkok," ujarnya dalam keterangannya, dikutip Rabu, 16 April.
Selain itu, Ibrahim menjelaskan perkembangan ini telah meredakan beberapa kekhawatiran pasar atas meningkatnya ketegangan perdagangan.
Namun, investor masih berhati-hati karena pemerintahan Trump terus maju dengan rencana untuk berpotensi mengenakan tarif pada impor semikonduktor dan farmasi.
Adapun kebijakan tarif pemerintahan Trump merupakan guncangan besar bagi ekonomi AS yang dapat menyebabkan Federal Reserve memangkas suku bunga untuk mencegah resesi bahkan jika inflasi tetap tinggi, kata Gubernur Fed Christopher Waller.
Selain itu, ekspektasi warga Amerika terhadap inflasi jangka pendek pada bulan Maret mencapai level tertinggi sejak musim gugur tahun 2023, di tengah memburuknya penilaian publik terhadap keuangan pribadi dan prospek perekrutan mereka.
Sementara dari dalam negeri, Ibrahim menyampaikan Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Maret 2025 tercatat sebesar 157,1 miliar dolar AS.
Angka ini meningkat dibandingkan posisi pada akhir Februari 2025 yang sebesar 154,5 miliar dolar AS.
Menurut BI, kenaikan posisi cadangan devisa tersebut antara lain bersumber dari penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan pinjaman luar negeri pemerintah.
Adapun peningkatan ini terjadi di tengah upaya Bank Indonesia menstabilkan nilai tukar rupiah sebagai respons terhadap ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.
Posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2025 tersebut dinilai sangat memadai.
Jumlah ini setara dengan pembiayaan 6,7 bulan impor atau 6,5 bulan impor ditambah pembayaran utang luar negeri pemerintah, dan berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.
Bank Indonesia menilai cadangan devisa ini mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.
BACA JUGA:
Ke depan, BI memandang posisi cadangan devisa akan tetap memadai, didukung oleh prospek ekspor yang terjaga, perkiraan surplus neraca transaksi modal dan finansial, serta persepsi positif investor terhadap perekonomian Indonesia.
Bank Indonesia akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk memperkuat ketahanan eksternal demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
Ibrahim memperkirakan rupiah akan bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada perdagangan Rabu, 16 April 2025 dalam rentang harga Rp16.810-Rp16.870 per dolar AS.