Bagikan:

JAKARTA - Pengamat Pasar Keuangan dan Komoditas Ariston Tjendra menyampaikan pergerakan rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Senin, 14 April.

Ariston mengungkapkan Indeks dolar pagi ini terlihat menurun di bawah level 100, level yang tidak pernah disentuh sejak Juli 2023.

"Kekhawatiran pasar soal dampak negatif kenaikan tarif ke perekonomian AS dan aset keuangan AS menjadi pemicu pelemahan indeks Dollar AS tersebut," ujarnya kepada VOI, Senin, 11 April.

Menurutnya penurunan indeks dolar AS ini sedikit banyak akan membantu penguatan rupiah terhadap dollar AS hari ini.

Ariston menambahkan dengan sikap terbaru Presiden AS Donald Trump yang mengecualikan peralatan elektronik dari pengenaan tarif baru juga memberikan sentimen positif ke pasar.

"Indeks saham Asia tempat produsen elektronik terlihat menguat pagi ini. Ini juga akan membantu penguatan rupiah hari ini," tuturnya.

Ariston menyampaikan sentimen-sentimen tersebut paling tidak memberikan angin segar untuk rupiah sementara waktu dan pasar sangat dinamis, perubahan arah bisa kapan pun terjadi dalam waktu singkat.

"Jadi pasar akan merespon setiap perubahan dengan hati-hati," jelasnya.

Ia menyampaikan pergerakan rupiah pada Senin, 14 April berpotensi menguat menuju ke level Rp16.700 per dolar AS dengan potensi resisten di kisaran Rp16.800 per dolar AS.

Mengutip Bloomberg, pada hari Jumat, 11 April, kurs rupiah spot ditutup naik 0,16 persen ke level Rp16.796 per dolar AS. Sementara itu, kurs rupiah Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) ditutup turun 0,15 persen ke level harga Rp16.805 per dolar AS.

Add VOI as a Preferred Source
Follow VOI news updates across Google.
+