Bagikan:

JAKARTA - Sebagai bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) yang diinisiasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes), PT Hutama Karya (Persero) memulai pembangunan RSUD Tafaeri di Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara.

Proyek ini ditandai dengan seremoni peletakan batu pertama alias groundbreaking yang digelar di kawasan RSUD Tafaeri, Kecamatan Lotu, Nias Utara, Sabtu, 22 Maret. Adapun nilai proyek RSUD ini mencapai Rp136,43 miliar.

Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan Hutama Karya Adjib Al Hakim mengatakan, proyek ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam pemerataan fasilitas kesehatan di Indonesia, terutama daerah terpencil.

"Dengan pembangunan ini, RSUD Tafaeri akan berkembang dari kelas D menjadi kelas C, sehingga mampu memberikan pelayanan kesehatan lebih luas dan berkualitas bagi masyarakat Nias Utara," ujar Adjib dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 10 April.

Adjib menyebut, rumah sakit ini dibangun di atas lahan seluas 7.462 meter persegi dan akan terdiri dari 1 basement, 3 lantai dan atap.

Rumah sakit ini akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas kesehatan antara lain, ruang radiologi, CT Scan, ruang ICU dan HCU, ruang rawat inap dan VIP serta penunjang lainnya.

Dia bilang, pihaknya akan mengerjakan seluruh perencanaan dan konstruksi, termasuk perizinan; struktur; arsitektur; sistem mekanikal, pemipaan dan kelistrikan; lansekap; hingga pemeliharaan dan pengawasan berkala.

Nantinya, proyek ini mengusung konsep bangunan gedung hijau (BGH), seperti pemanfaatan sumur resapan dan penyediaan area hijau sebesar 25 persen untuk mendukung efisiensi energi serta keberlanjutan lingkungan.

Pembangunan RSUD Tafaeri ini pun diharapkan rampung pada 19 Desember 2025, agar dapat segera memberikan akses pelayanan kesehatan berkualitas bagi masyarakat di Pulau Nias, khususnya di Kabupaten Nias Utara dan sekitarnya.

"Pembangunan RSUD Tafaeri ini menjadi harapan bagi masyarakat Nias Utara untuk mendapatkan layanan kesehatan lebih baik," pungkasnya.