Bagikan:

JAKARTA - Menteri Kelautan dan Perikanan (KP) Sakti Wahyu Trenggono meminta seluruh jajarannya untuk berani mengambil langkah-langkah inovatif dalam menjalankan tugas di bidang KP.

Hal tersebut disampaikan Trenggono saat memberikan arahan kepada seluruh pegawai di lingkungan KKP dalam acara Halalbihalal di kantor KKP, Jakarta, Selasa, 8 April.

Trenggono bahkan tak segan untuk memberhentikan pegawainya apabila hanya mau bekerja berdasarkan arahan dari pimpinan.

"Kalau dulu empat tahun saya di sini selalu apa kata pak menteri, kalau nggak ada arahan nggak berani menjalani. Saya bersama Pak Wamen (Didit Herdiawan) sudah berjanji kali ini mulai dari Direktorat Jenderal Eselon I, Eselon II sekali ada yang mengatakan kalau nggak ada arahan pak menteri kami nggak menjalankan, saya minta hari itu juga mengundurkan diri atau saya berhentikan," ucap Trenggono seperti dilihat VOI di unggahan video akun Instagram resmi @swtrenggono, Rabu, 9 April.

"Ini yang bisa mikirin cuman saudara-saudara semua yang ada di KKP. Kepada para Direktur Jenderal sebagai kepala suku atau komandan di masing-masing (unit organisasi) untuk betul-betul bisa membawa ini, keluar dari ruangan ini langsung mulai bekerja nanti," sambungnya.

Dalam kesempatan tersebut, Trenggono menyampaikan kepada seluruh jajarannya untuk fokus dalam tiga hal. Pertama, soal inovasi pengolahan.

"Bagaimana pasar di dalam negeri harus segera dilakukan pembenahan-pembenahan signifikan dan inisiatifnya juga harus dilakukan, roadmapnya harus disiapkan oleh pak dirjen," kata Trenggono.

Kedua, terkait budi daya. Trenggono bilang, ini merupakan core terpenting di sektor KP. Dia pun meminta agar anak buahnya mengajak perguruan tinggi di sektor KP untuk bekerja sama melakukan riset bagaimana caranya melakukan budi daya efektif dan efisien.

"Yang konteks budi daya (ini juga) mampu melakukan pemijahan dengan kualitas baik, mampu menciptakan indukan baik, kemudian mampu menciptakan sumber daya pendukung baik," ujarnya.

Ketiga, yakni soal perikanan tangkap. Trenggono meminta jajarannya untuk melakukan penataan baik di sektor ini. Harapannya, agar penangkapan ikan di Tanah Air bisa betul-betul terkendali.

"Tidak boleh ada lagi rumpon, tolong dievaluasi kebijakan rumpon. Di seluruh dunia sudah nggak ada rumpon, kecuali Indonesia," tegas dia.

Lebih lanjut, Trenggono menilai, pihaknya harus adaptif terhadap perubahan dunia yang berdampak kepada ekonomi dunia serta perekonomian dalam negeri.

"Inovasi berani menampilkan yang menjadi pemikiran, berani menampilkan hal-hal yang harusnya positif (serta) sampaikan kepada pimpinan mana yang baik, mana tidak baik, terus dibandingkan 'oh ini yang paling baik'," pungkasnya.