JAKARTA - PT Aneka Tambang Tbk resmi meluncurkan platform digital jual beli emas, bernama ANTAM Logam Mulia.
Platform digital ini hadir untuk mempermudah masyarakat dalam berinvestasi emas.
Direktur Antam Nico Kanter mengatakan, latar belakang pengembangan aplikasi ANTAM Logam Mulia ini berangkat dari perkembangan teknologi digital dan meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap investasi emas yang fleksibel dan efisien.
Antam, sambung dia, melihat adanya peluang besar untuk meningkatkan pengalaman dan kenyamanan pelanggan melalui platform transaksi emas fisik digital berbasis aplikasi mobile.
“Melalui aplikasi ini, layanan brankas yang sebelumnya hanya dapat diakses melalui situs web www.brankaslm.com, web based, kini tersedia dalam format mobile apps yang lebih praktis,” tuturnya dalam peluncuran aplikasi ANTAM Logam Mulia, di Jakarta, Selasa, 18 Maret.
Lebih lanjut, Nico mengatakan pihaknya juga ingin memperluas pangsa pasar logam mulia Antam dengan menjangkau segmen yang lebih luas termasuk generasi muda.
“Kami ingin memperluas juga pangsa pasar dengan menjangkau segmen pelanggan yang lebih luas, termasuk generasi muda,” jelasnya.
Nico juga mengatakan platform ANTAM Logam Mulia telah diawasi oleh Badan Pangawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan dan terdaftar juga di Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).
“Jadi setiap gramasi yang ditransaksi dalam digital itu ada gramasi fisiknya di ICBX,” tuturnya.
BACA JUGA:
Sementara itu, General Manager UBPP Logam Mulia Antam Kunto Hendrapawoko mengaku optimististis penjualan emas fisik dan digital bisa mencapai 1 ton di tahun ini, seiring dengan hadirnya aplikasi ANTAM Logam Mulia.
“Tahun ini kita optimistis kita bisa mencapai penjualan sebanyak 1 ton emas fisik, digital melalui aplikasi yang baru kita luncurkan,” tuturnya.
Saat ini, sambung dia, anggota atau member yang terdaftar diaplikasi ANTAM Logam Mulia sudah mencapai hampir 25.000 orang.
Dia berharap, jumlah anggota akan terus bertambah termasuk untuk konsumen korporat.
“Saat ini tercatat hampir 25.000 orang yang sudah terdaftar sebagai anggota atau terdaftar sebagai member yang mendaftar di aplikasi brangkas LM dan harapan kita itu tidak hanya dari konsumen retail atau perorangan tapi juga ada yang korporat,” ujarnya.