Bagikan:

CILEGON - PT Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi adanya isu pergeseran atau shifting konsumsi BBM Pertamina imbas isu BBM oplosan yang mencuat beberapa waktu lalu.

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari mengatakan, pengguna Pertamax kini bergeser menggunakan Pertaliite dan Pertamax Turbo.

"Mungkin karena kemarin ya, isu Pertamax itu, jadi memang orang banyak yang switching-nya sih antara Pertalite atau ke Turbo," ujar Heppy kepada awak media di TBBM Tanjung Gerem, Cilegon, Kamis, 13 Maret.

Sementara itu terkait pernyataan petugas SPBU PErtamina Gerem yang sebelumnya menyebut ada pergeserand ari Pertalite ke Pertamax Turbo, Heppy mengaku belum menemukan pergeseran demikian.

"Kalau dari Pertalite ke Pertamax kayaknya sih aku belum nemu ya. Pertamax ke Pertamax Turbo, kan yang dikhawatirkan ada oplosan kan di Pertamax-nya ya? Kayak gitu sih," sambung Heppy.

Heppy menambahkan, berdasarkan data yang dimiliki Pertamina Patra Niaga (PPN), terdapat peningkatan konsumsi Pertamax Turbo yang memiliki kadar oktan 98 alias lebih tinggi dibandingkan Pertamax dengan nilai oktan 92.

"Kalau secara persentasi sih gedean yang Turbo ya, tapi secara volume kan memang kecil," kata dia.

Adapun peningkatan yang terjadi pada BBM Pertamax Turbo tercatat mencapai 30 persen dari penjualan sebelum isu BBM oplosan berembus,

"Yang pasti saat ini Pertamax Turbo sales-nya naik. Naik sekitar 30 persenan ya. Tapi ini masih angka flukuatif loh ya. Lumayan sih," terang Heppy.

Sebelumnya Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan terjadi shifting konsumsi Pertamax sebesar 5 persen setelah isu BBM oplosan ramai dibicarakan.

"Di pompa bensin saya tanya, ada gak perubahan konsumsi dari RON 90 atau Pertamax ke Pertalite yang RON 92. Memang ada pergeseran sedikit sekitar 5 persen," beber Bahlil.

Kendati demikian, Bahlil mengaku pemerintah terus melakukan pengujian terhadap kualitas BBM milik Pertamina.

Dalam kunjungan kerjanya ke Cilegon, Bahlil juga melakukan pengujian terhadap kualitas BBM Pertamina dengan menggandeng Lemigas Kementerian ESDM pada sejumlah produk Pertamina seperti Pertamax, Pertamax Turbo dan Pertalite.

"Kita mengecek dan semuanya dengan teknologi, dengan lab rata-rata semuanya di dalam batas aturan di atas 725. Sementara dalam aturan Dirjen itu 715 sampai 770," kata dia.

Untuk itu, Bahlil mengimbau masyarakat yang akan melakukan mudik dan juga pengguna BBM Pertamina untuk tidak lagi meragukan kualitas BBM yang diproduksi oleh perusahaan migas pelat merah ini.

"Tidak perlu ragu terhadap kualitas daripada bahan bakar yang disiapkan oleh Pertamina. Baik RON 90 maupun RON 92 dan RON 98," tandas Bahlil.