Bagikan:

JAKARTA - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri buka suara perihal dirinya yang tidak langsung merespons ramainya pemberitaan terkait kasus korupsi tata kelola minyak mentah yang ditangani oleh Kejaksaan Agung (Kejagung).

Dikatakan Simon, dirinya menekankan Pertamina sangat menghormati sepenuhnya proses penyelidikan yang sedang berlangsung di Kejaksaan Agung.

"Jadi saya sendiri tidak ingin muncul dulu supaya tidak terlalu memperkeruh suasana," ujarnya di hadapan Komisi VI DPR RI yang dikutip Rabu, 12 Maret.

Dirinya pun mengaku, jika langsung muncul dan memberikan klarifikasi akan ada kesan Pertamina defensif terhadap kasus korupsi yang melibatkan direktur utama anak usaha Pertamina.

Untuk itu, dirinya memberikan kesempatan kepada Kejaksaan Agung untuk melakukan penegakan hukum sembari Pertamina melakukan pembenahan dan evaluasi di dalam tubuh perusahaan secara menyeluruh. APalagi, kata dia, kasus ini terjadi jauh sebelum dirinya bergabung menjadi Dirut Pertamina.

"Dan beberapa hari setelah itu juga, saya bersama Pak Wiko (Wadirut Pertamina) dan Pak Ega (PTH Dirut Pertamina Patra Niaga), kami melakukan konferensi pers. Tentunya walaupun kejadian ini terjadi sebelum era saya bergabung," lanjut dia.

Sebagai pucuk pimpinan tertinggi Pertamina, dirinya meminta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian tersebut dan berkomitmen untuk bekerja keras dan mengembalikan kepercayaan masyarakat.

"Berikan kami kesempatan untuk bekerja keras dan kembali mendapatkan kepercayaan dan kebanggaan dari masyarakat," tandas Simon.