Bagikan:

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk buka peluang Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) swasta untuk buka di rest area jalan tol yang dikelola oleh perseroan.

Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur mengakui bahwa SPBU Pertamina mendominasi di Rest Area yang dikelola oleh Jasa Marga. Sebab, Jasa Marga dan Pertamina telah menekan MoU.

“Jadi untuk SPBU, kebetulan kita sudah MoU dengan Pertamina,” katanya dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta, ditulis Rabu, 5 Maret.

Meski begitu, Subakti mengatakan pihaknya membuka peluang untuk bekerja sama dengan SPBU swasta. Seperti, Shell, BP AKR, maupun Vivo.

Namun, sambung Subakti, perusahaan dalam hal ini Jasa Marga tetap akan menyesuaikan dengan arahan dari Kementerian BUMN.

“Tapi kami membuka diri. Dan juga tentunya atas arahan Kementerian BUMN,” ujarnya

Seiring dengan Jasa Marga meneken MoU dengan Pertamina, lanjut Subakti, maka khusus untuk rest area Travoy memang hanya membuka kerja sama dengan PT Pertamina (Persero).

Subakti menjelaskan alasannya. Dia bilang jika dibuka untuk SPBU lain, dikhawatirkan SPBU Pertamina sepi, karena trafik kendaraan yang mengisi bahan bakar di rest area tidak ramai.

“Tapi kebetulan yang sudah MoU mungkin takut enggak laku, di tol itu sebenarnya enggak terlalu rame kecuali hari-hari puncaknya,” kata Subakti.

Sekadar informasi, berikut rest area Travoy yang dikelola Jasa Marga tersebar di beberapa wilayah, di antaranya Rest Area KM 88A dan 88B Tol Cipularang, Rest Area KM 207A Tol Palikanci, Rest Area KM 360B, 379A, 398B dan 391A Tol Batang-Semarang, serta Rest Area KM 597A dan 597B Tol Ngawi-Kertosono.

Sementara sejumlah SPBU swasta di beberapa rest area jalan tol di ataranya SPBU Shell Jagorawi-1, SPBU bp rest area KM 72A Tol Cipularang, SPBU bp rest area KM 819A Tol Pasuruan-Probolinggo (Dikelola PT Waskita Toll Road), SPBU bp rest area KM 833B Tol Pasuruan-Probolinggo (Dikelola PT Waskita Toll Road).