Bagikan:

JAKARTA - Kebijakan penerapan work from anywhere (WFA) diusulkan pemerintah jelang periode libur Lebaran 2025. Adapun usul tersebut mulanya disuarakan oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi. Usul tersebut juga mendapat atensi khusus dari Presiden Prabowo Subianto.

Menanggapi hal tersebut, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyambut baik rencana penerapan WFA jelang hari raya Idulfitri. Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU Roy Rizali Anwar mengatakan, kebijakan WFA dapat mengurangi titik-titik kemacetan pada puncak mudik Lebaran.

"Ya, kalau work from anywhere, kan, harusnya kaminya lebih senang. Karena pengguna jalan yang mudik memang pasti akan lebih banyak. Lebih banyak di awal, tidak terfokus pada hari libur yang sudah ditetapkan, lah," ujar Roy yang ditulis Kamis, 20 Februari.

Dengan kebijakan WFA, menurut Roy, pemudik bakal memiliki banyak opsi jalur perjalanannya. Dengan demikian, titik kemacetan mudik bisa diminimalisir. "Ini mungkin akan berdampak pada pembagian pengguna jalan yang akan mudik melalui jalan tol maupun jalan-jalan nasional. Saya rasa itu ide yang sangat bagus," ucapnya.

Sementara saat ini, Roy bilang, pihaknya tengah memetakan ruas-ruas jalan utama yang ramai dilalui pemudik. Dia juga akan memastikan jalan-jalan utama tidak ada lubang.

"Sudah cek terus sambil kami identifikasi. Kami lihat juga pengalaman pada saat Nataru dan Lebaran tahun kemarin. Ini sedang kami petakan mana-yang memang titik-titik macet, mana-mana yang mungkin padat dan sebagainya (serta) treatment apa yang harus kami lakukan," pungkasnya.

Sebelumnya, Menhub Dudy Purwagandhi menemui Menteri PAN-RB Rini Widyantini. Pertemuan ini guna membahas usulan skema WFA atau bekerja darimana pun menjelang libur Lebaran 2025.

Adapun Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengajukan usulan WFA mulai 24 Maret 2025 guna mengantisipasi kepadatan lalu lintas saat periode mudik Lebaran 2025.

Dudy menjelaskan, usulan WFA tersebut didasarkan pada pelaksanaan hari raya Nyepi yang berdekatan dengan Idulfitri, yaitu pada 29 dan 31 Maret.

“Berangkat dari hal ini, kami mengusulkan WFA mulai 24 Maret. Asumsi kami apabila dilaksanakan begitu, para pemudik akan melaksanakan perjalanan dari 21 Maret malam. Jadi, kami punya waktu untuk mengurai para pemudik selama Lebaran," ujar Dudy dalam keterangan resmi, Rabu, 19 Februari.