Bagikan:

JAKARTA - Anggota Dewan Pakar dari Komunitas Dewan Energi Muda Nasional atau yang dikenal dengan nama Youth Energy & Environment Council (YeC), Dr. Tepy Septyana dalam diskusi YeC menyampaikan adanya gap (kesenjangan) antara produksi pupuk domestik dan kebutuhan pupuk di Indonesia.

Kebutuhan pupuk merupakan isu yang sangat relevan dan penting dalam menunjang program ketahanan pangan kita khusus nya untuk meningkatkan produksi pertanian di Indonesia.

Data yang dikaji oleh YeC, bahwa kebutuhan pupuk di Indonesia mencapai sekitar 24 juta ton per tahun. Namun, produksi domestik hanya mampu memenuhi sekitar 14 juta ton per tahun.

"Kita melihat, masih ada gap sekitar 10 juta ton dari total kebutuhan sekitar 24 juta ton. Peningkatan produksi domestik dan program subsidi oleh pemerintah akan membantu menutupi gap tersebut," ucap Tepy, yang adalah lulusan ilmu kebumian Imperial College London ini, dikutip Jumat 31 Januari.

Terkait dengan isu ini, terdapat dua program utama Presiden Prabowo Subianto yang berhubungan langsung dengan peningkatan produksi pertanian nasional yakni, Food Estate dan Makan Bergizi Gratis.

Kebutuhan produksi pertanian diperkirakan akan bertambah dengan cukup signifikan karena pelaksanaan program ini yang secara langsung menyasar kebutuhan pangan masyarakat Indonesia. Oleh sebab itu, menurut Tepy, kebutuhan pupuk akan ikut meningkat untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian yang telah ada atau yang akan dibuka nantinya.

Selanjutnya, kebutuhan produksi pupuk domestik tidak bisa dipisahkan dari kebutuhan gas alam karena gas alam diperlukan sebagai sumber energi dan juga bahan baku utama dalam proses pembuatan pupuk di Indonesia. Pengembangan produksi pupuk berarti peningkatan kebutuhan akan gas alam yang diperkirakan membutuhkan hampir 1 miliar kaki kubik per hari (BSCFD) untuk mendukung produksi pupuk pada 2030.

Melihat hal ini, Tepy menyoroti penting nya memastikan program peningkatan produksi gas nasional bisa dipenuhi sehingga target suplai pupuk untuk pertanian nasional bisa terpenuhi. Lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini menyatakan bahwa produksi gas harus ditingkatkan dengan terus meningkatkan program eksplorasi dan pengembangan lapangan-lapangan gas alam yang baru di Indonesia.

Tepy sebagai perwakilan dari YeC, juga menekankan pentingnya kolaborasi yang baik antara pemerintah sebagai regulator, BUMN dan juga swasta sebagai operator untuk bahu membahu dalam mencapai target peningkatan produksi gas nasional, yang secara langsung akan membentu terealisasi nya peningkatan produksi pupuk nasional.