Bagikan:

JAKARTA - PT Hutama Karya (Persero) menyebut, pembangunan Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, masih tetap on track saat Ramadan.

Diketahui, per 29 Maret 2024, progres keseluruhan proyek ini telah mencapai 79,33 persen.

"Bulan Ramadan tidak menyurutkan semangat untuk terus meningkatkan progres proyek ini. Dengan strategi penanganan yang tepat, Hutama Karya terus berupaya memberikan yang terbaik dalam kondisi apa pun," demikan bunyi keterangan manajemen Hutama Karya yang dikutip dari akun Instagram resmi @hutamakarya, Senin, 8 April.

Proyek ini merupakan salah satu langkah penting dalam mendukung program ketahanan pangan dan meningkatkan pasokan air di wilayah Lombok Barat.

Sekadar informasi, proyek senilai Rp875,24 miliar ini berpotensi memberikan manfaat untuk mengairi daerah irigasi seluas 1.559,29 hektare (ha) guna memenuhi kebutuhan air baku untuk Kabupaten Lombok Barat bagian Utara, khususnya di wilayah Senggigi sebesar 150 liter per detik serta berpotensi sebagai pembangkit listrik tenaga mikro hidro (PLTMH) sebesar 2 x 0.4 megawatt.

Adapun proyek yang berdiri di atas lahan seluas 50 ha ini telah dimulai pada akhir 2019 lalu dan ditargetkan selesai pada 2024 ini.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air (SDA) menargetkan ada 15 bendungan yang akan selesai pada tahun ini.

Sebanyak 15 bendungan tersebut yakni, Bendungan Keureuto, Rukok dan Bangunan Pengarah Rukoh (Aceh), Tiga Dihaji (Sumsel), Leuwikeris (Jabar), Jlantah, Bener, Jragung (Jateng) dan Bagong (Jatim).

Kemudian, Bendungan Sidan (Bali), Meninting (NTB), Manikin (NTT), Marangkayu (Kaltim), Bulango Ulu (Gorontalo), Budong-Budong (Sulbar) serta Way Apu (Maluku).