Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Energi dan SUmber Daya Mineral (ESDM) melaporkan realisasi program Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2023.

Menteri ESDM Arifin Tasrif menjelaskan, penyerapan anggaran kementerian ESDM sampai dengan 18 November 2023 mencapai 59,03 persen. Jumlah ini masih terdapat deviasi sebesar minus 5,68 persen.

Ia melaporkan, realisasi ini masih rendah terutama disebabkan oleh kegiatan insentif konversi motor BBM ke motor listrik di mana minat masyarakat yang masih rendah dan kegiatan penyediaan alat masak berbasis listrik baru dalam tahap openyiapan data calon penerima dan penyiapan oengadaannya melalui e-katalog karena alokasi DIPA baru saja ditetapkan.

"Namun demikian kementerian ESDM berupaya merealisasikan kegiatan yang sifatnya strategis, memberikan mafaat langsung kepada masyarakat sehingga diharapkan realisasi anggaran sampai Desember 2023 dapat mencapai 98.53 persen," ujar Arifin dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR RI, Selasa 21 November.

Dirinya juga merinci, dari 531 paket kegiatan strategis Kementerian ESDM, 126 paket dilaksanakan dengan mekanisme tender atau seleksi dan 405 paket non tender.

Sebanyak 513 paket telah berkontrak yaitu 125 paket tender dan 388 paket non tender.

"Kami tetap berkomitmen untuk segera menyelesaikan seluruh kegiatan yang belum tender dan belum berkontrak," imbuh Arifin.

Arifin merinci, realisasi pelaksanaan anggaran tertinggi dipegang oleh Inspektorat Jenderal sebesar 85,77 persen atau sebesar Rp91,70 miliar dari dana yang dianggarkan sebesar Rp106,91 miliar. Kemudian serapan terkecil dipegang oleh Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan (Gatrik) yang baru mencapai 42,59 persen atau terserap Rp347,60 miliar dari yang dianggarkan RpRp816,13 miliar.

"Sebagian anggaran kementerian ESDM dialokasikan untuk anggaran infrastruktur, pengelolaan survey sumber daya alam dan mitigasi bencana geologi," pungkas Arifin.