Perusahaan Milik Mendiang Konglomerat Eka Tjipta Widjaja Bakal Perlebar Bisnis ke Panas Bumi dan PLTS
Foto: Dok. Dian Swastatika

Bagikan:

JAKARTA - Perusahaan dari grup Sinarmas milik mendiang konglomerat Eka Tjipta Widjaja, PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) akan memperlebar bisnisnya ke energi terbarukan seperti panas bumi (geothermal) dan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Hal ini dilakukan untuk mendukung transisi energi di Indonesia.

Dalam keterbukaan informasi di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur DSSA, Hermawan Tarjono sebagai salah satu pihak yang menandatangani surat yang dirilis pada Rabu 26 April menjelaskan, saat ini Dian Swastatika fokus menjalankan empat bisnis utama yakni pertambangan dan perdagangan batubara dan emas, penyediaan tenaga listrik dan uap, teknologi, serta perdagangan pupuk dan bahan kimia.

Sejumlah kegiatan bisnis di sektor batu bara dan emas, teknologi, dan perdagangan pupuk serta bahan kimia dijalankan oleh anak usaha. Sedangkan bisnis penyediaan tenaga listrik dan uap dijalankan langsung oleh DSSA, .

"Demi mendukung rencana emisi nol bersih dunia dan mendukung keberlanjutan usaha, Perseroan berencana fokus mengembangkan bisnis energi panas bumi dan solar panel," jelasnya dalam keterangan resmi.

Hermawan berharap, bisnis tersebut dapat memberikan kontribusi positif bagi peningkatan kinerja bisnis penyedia tenaga listrik dan uap DSSA.

Pada Laporan Tahunan 2022, Manajemen DSSA menyatakan di tahun lalu pihaknya telah melakukan persiapan kegiatan eksplorasi panas bumi.

Adapun melalui entias anak juga telah menjajaki peluang kerja sama dan bisnis energi surya di mana pada 14 November 2022 pihaknya melakukan penandatanganan nota kesepahaman manufaktur dan pemasaran modul fotovoltaik surya di Indonesia.

Dalam paparan publik 2022, manajemen DSSA menjelaskan alasannya memperluas bisnisnya ke energi terbarukan. Dalam RUPTL PLN 2021-2030 terdapat rencana penambahan pembangkit sebesar hampir 41 GW di mana lebih dari 50 persen merupakan pembangkit energi baru dan terbarukan (EBT).

Potensi ke depan untuk pengembangan panas bumi sesuai dengan RUPTL kurang lebih 3,5 GW yang tersebar di seluruh Indonesia. DSSA melihat salah satu potensi yang baik untuk pengembangan geothermal di daerah Jawa Barat.

Kemudian di sektor energi surya, potensi selama 10 tahun ke depan sesuai rencana PLN sebesar hampir 5,5 GW hingga 6 GW. Tentu peluang ini juga memberikan potensi bisnis bagi DSSA.

Untuk meraih peluang tersebut, DSSA akan mengikuti tender-tender PLN dan sejauh ini sudah masuk ke dalam daftar penyedia terseleksi PLN. Dengan begini, DSSA sudah siap diundang mengikuti tender PLN ke depannya.