Bagikan:

JAKARTA - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, pemberian insentif kendaraan listrik akan diperluas, yakni untuk mobil dan bus. Menurut dia, besaran insentifnya sudah diputuskan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"(Besaran insentif kendaraan listrik) untuk motor, mobil, dan bus, sudah diputuskan, sudah di menkeu," kata dia kepada wartawan di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis, 9 Maret.

Agus menyebut, skema pemberian insentif untuk mobil dan bus listrik tersebut akan berbeda dengan motor.

Meski begitu, lanjut dia, pengumuman mengenai besaran insentif tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat ini.

"Tanggal 20 Maret kami luncurkan (besaran insentif) untuk semua (kendaraan listrik)," pungkasnya.

Sebelumnya, Menperin Agus sempat menyebutkan insentif mobil listrik diperkirakan sebesar Rp80 juta, Rp40 juta untuk pembelian mobil listrik berbasis hybrid, dan Rp5 juta untuk motor konversi menjadi motor listrik.

Dia mengatakan, insentif akan diberikan kepada pembeli mobil atau motor listrik dari produsen yang memiliki pabrik di Indonesia.

Pemerintah diketahui telah memutuskan nilai insentif kendaraan motor listrik sebesar Rp7 juta per unit. Program ini telah tertuang dalam terbitnya Peraturan Presiden Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB).

Pendanaan insentif kendaraan listrik akan dialokasikan dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Penyalurannya dilakukan melalui dua kementerian, yakni di Kementerian ESDM untuk program konversi dan di Kementerian Perindustrian untuk pembelian kendaraan listrik baru.