Cara Menghitung Risiko Bisnis: Awas! Kalau Ngasal Bakalan Fatal
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)

Bagikan:

YOGYAKARTA - Risiko bisnis adalah variabilitas yang dirasakan bisnis dalam jangka waktu tertentu di pendapatannya. Beberapa perusahaan, seperti perusahaan utilitas, punya pola pendapatan yang relatif stabil dari waktu ke waktu. Mereka dapat memprediksi berapa tagihan utilitas pelanggan mereka dalam kisaran tertentu. Jenis perusahaan bisnis lainnya memiliki lebih banyak variabilitas dalam pendapatan mereka dari waktu ke waktu. Anda dapat menggunakan rumus ini untuk melihat pengaruh biaya tetap, biaya variabel, penjualan, dan utang terhadap bisnis Anda. Yuk belajar cara menghitung risiko bisnis…

Cara lain untuk memikirkan risiko bisnis adalah permintaan akan produk perusahaan. Menggunakan contoh produsen mobil lagi, dalam penurunan ekonomi, konsumen tidak memiliki banyak permintaan untuk produk perusahaan. Ketika permintaan produk rendah, itu menyebabkan pendapatan menurun, dan risiko bisnis meningkat.

Risiko bisnis terkait dengan biaya tetap perusahaan. Biaya tetap harus selalu dibayar, berapapun pendapatan perusahaan. Semakin tinggi tingkat biaya tetap perusahaan, semakin tinggi risiko bisnisnya.

Ada empat rasio keuangan yang dapat digunakan oleh pemilik bisnis atau manajer keuangan untuk menghitung risiko bisnis yang dihadapi perusahaan.

Cara Menghitung Risiko Bisnis

Ilustrasi Bisnis (Unsplash).jpg
Caption

 

Rasio Margin Kontribusi

Rasio margin kontribusi adalah margin kontribusi sebagai persentase dari total penjualan. Margin kontribusi dihitung sebagai penjualan dikurangi biaya variabel. Rasio margin kontribusi dihitung sebagai:

(Pendapatan Penjualan Bersih - Biaya Variabel ) / (Pendapatan Penjualan)

Setelah Anda mengurangi biaya untuk membuat produk dan biaya tetap menjalankan bisnis, Anda dapat melihat berapa banyak yang dapat Anda peroleh per produk.

Tingkat Leverage Operasi

Tingkat leverage operasi, atau DOL, adalah rasio efisiensi keuangan yang mengukur apakah biaya variabel atau tetap perusahaan lebih tinggi.

DOL = [Kuantitas x (Harga – Biaya Variabel per Unit)] / Kuantitas x (Harga – Biaya Variabel per Unit) – Biaya Operasional Tetap

DOL = % Perubahan Laba Usaha / % Perubahan Penjualan

Margin Kontribusi / Pendapatan Operasional

DOL rendah biasanya berarti biaya variabel bisnis lebih besar daripada biaya tetapnya, sedangkan DOL tinggi berarti biaya tetapnya lebih tinggi daripada biaya variabelnya. Jika biaya variabel lebih tinggi, maka peningkatan penjualan yang besar tidak akan menyebabkan peningkatan pendapatan operasional yang substansial. Namun, perusahaan tidak perlu menganggarkan biaya tetap yang besar.

Tingkat Leverage Finansial

Singkatnya, tingkat leverage keuangan (DFL) mengukur jumlah utang yang dipegang oleh perusahaan bisnis. Utang menimbulkan risiko bisnis tambahan bagi perusahaan jika pendapatan bervariasi karena utang harus dibayar. Dengan kata lain, jika sebuah perusahaan menggunakan pembiayaan hutang, ia harus membayar bunga atas hutang tersebut terlepas dari pendapatannya. Kita juga dapat mengatakan bahwa itu mengukur risiko keuangan perusahaan bisnis.

Rumusnya dapat dihitung dengan cara berikut:

DFL = % Perubahan Laba Bersih / % Perubahan Laba Sebelum Bunga dan Pajak (EBIT)

DFL = % Perubahan Laba per Saham (EPS) / % Perubahan EBIT

DFL = EBIT / (EBIT - Bunga)

Jika rasionya 1,00, maka perusahaan tidak memiliki utang.

Tingkat Leverage Total

Rumus untuk degree of total leverage (DTL) menghitung seberapa besar penjualan unit akan memengaruhi laba bersih bisnis Anda atau laba bersih per saham bisnis Anda.4 Anda dapat menghitung rumusnya dengan cara ini:

DTL = DOL x DFL

Rumus ini juga dapat menunjukkan kepada Anda seberapa besar peningkatan pendapatan yang seharusnya meningkatkan laba per saham.

Yang Sering Ditanyakan

Rasio Keuangan Apa Yang Digunakan Untuk Mengukur Risiko?

Anda dapat mengukur risiko bisnis Anda menggunakan rasio margin kontribusi, rasio efek leverage operasi, rasio leverage keuangan, dan rasio leverage gabungan. Rasio ini menggunakan biaya tetap, utang, dan penjualan bisnis Anda untuk menghitung risiko bisnis.

Apa Formula Untuk Menghitung Risiko?

Risiko dapat dihitung dengan mengalikan kemungkinan terjadinya risiko dan potensi tingkat keparahan risiko tersebut. Rumus yang dapat Anda gunakan untuk mengukur risiko dalam skenario apa pun adalah:

Risiko = Kemungkinan x Keparahan

Jadi setelah mengetahui cara menghitung risiko bisnis, simak berita menarik lainnya di VOI, saatnya merevolusi pemberitaan!