Buka 2,3 Juta Lapangan Kerja, Sandiaga Uno Tawarkan Investasi untuk 8 KEK
Sandiaga Uno (Foto via Kementerian)

Bagikan:

JAKARTA - Dihadiri lebih dari 200 peserta, termasuk 21 investor potensial dari berbagai negara, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Salahuddin Uno membuka Global Tourism Forum 2022 di Jimbaran, Bali.

Pertemuan itu mengupas tentang pariwisata di masa depan. Terlebih mengenai kebangkitan dan pencipta pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan, serta fokus kepada penciptaan lapangan kerja.

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menawarkan investasi senilai 6 miliar dolar AS hingga 8 miliar dolar AS pada delapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) kepada para investor. 

Sandiaga Uno berharap, investasi tersebut mampu menciptakan sebanyak 2,3 juta lapangan kerja bagi masyarakat.

"Kita berharap selain dari delapan KEK, ada 12 sustainable tourism project yang kita tawarkan dan 21 investor yang hadir di sini akan mendapatkan pilihan. Saya sangat yakin Global Tourism Forum ini akan tercipta suatu terobosan, sehingga target penciptaan 1,1 juta lapangan kerja tahun ini dan 4,4 lapangan kerja tahun 2024 bisa tercapai," ujar Sandiaga Uno dalam keterangannya, Jumat 18 November.

Sandiaga Uno menambahkan, harapan tersebut merujuk deklarasi yang disampaikan para pemimpin negara dalam KTT G20, antara lain fleksibilitas dalam kebijakan, stabilitas makro ekonomi.

Selain itu sustainable development goals dan investasi yang sangat diperlukan untuk menciptakan peluang usaha dan lapangan kerja. 

"Ini semua tercakup dalam Global Tourism Forum, dan pesan dari Bapak Presiden agar kita hentikan perang, kita hentikan kekerasan dengan alasan kemanusiaan untuk kebangkitan kita dan juga masalah pangan dan energi ini yang menjadi salah satu kunci utama kita bisa hadirkan," ucap Sandiaga Uno.

"Kedua, Bapak Presiden mengharapkan mereka untuk tinggal lebih lama lagi di Indonesia, di Bali dan lima destinasi super prioritas, mendorong bangkitnya sektor ekonomi kita," pungkas mantan Wagub DKI Jakarta tersebut.