Menko Airlangga: Masyarakat Siap Digital Mutlak Diperlukan untuk Menuju Visi Indonesia 2045
Ilustrasi (Foto: Dok. Kemenko Perekonomian)

Bagikan:

JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut bahwa pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk mendukung masyarakat siap digital. Menurut dia, langkah tersebut diwujudkan melalui program Literasi Digital Nasional dan Indonesia Makin Cakap Digital.

“Pembentukan masyarakat siap digital bisa dilakukan dengan mendorong aspek-aspek penting yaitu peningkatan dari sisi literasi, aksesibilitas, keterampilan, dan ketenagakerjaan,” ujarnya dalam keterangan tertulis hari ini, Jumat, 15 Juli.

Menurut Airlangga, saat ini pemerintah gencar melakukan perluasan jangkauan dan kualitas yang lebih baik melalui pembangunan sarana dan prasarana agar konektivitas bisa tersambung lebih merata dan adil.

“Pembentukan masyarakat Indonesia yang siap digital adalah prasyarat mutlak untuk dapat merealisasikan manfaat ekonomi dan keuangan digital,” tuturnya.

Airlangga menambahkan, negara menyadari pentingnya penguatan kerja sama serta dukungan dari pihak swasta, terutama dari Big Tech Firms untuk pengembangan aksesibilitas digital di Indonesia.

“Pemerintah berupaya agar pengembangan keahlian digital dengan menyediakan beasiswa di bidang TIK melalui program Digital Talent Scholarship,” katanya.

Adapun, yang kini tengah dijalankan adalah Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) 2022 yang merupakan salah satu strategi meningkatkan digitalisasi di Indonesia.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Bank Indonesia dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian bersama stakeholder lainnya tersebut digelar untuk menjadi wadah bagi para stakeholder untuk bersinergi agar ekonomi keuangan digital di Indonesia dapat meningkat.

Sinergi tersebut diperkuat dengan komitmen bersama melalui peluncuran Gerakan Nasional Ekonomi dan Keuangan Digital.

“Untuk mensukseskan proses transformasi digital, dukungan dan kesiapan masyarakat sangat diperlukan. Hal ini bertujuan tidak hanya untuk meminimalkan dampak disrupsi, tapi juga mampu mengoptimalkan peluang dan manfaat dari perkembangan teknologi digital,” kata dia.

“Marilah kita dorong dan akselerasi keuangan digital agar pemulihan ekonomi nasional bisa terakselerasi untuk mencapai Visi Indonesia 2045,” tutup Menko Airlangga.