Wabah PMK Bikin Pengusaha Susu di Kudus Jateng Belum Berani Beli Sapi Perah Baru, Produksi Turun 30 Liter per Hari
Ilustrasi. (Foto: Dok. Antara)

Bagikan:

JAKARTA - Pengusaha susu sapi di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, hingga kini belum berani membeli sapi perah yang baru, meskipun ada beberapa sapi yang sudah saatnya dijual karena produktivitasnya mulai menurun menyusul adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).

"Sebelum terjadi wabah penyakit mulut dan kuku (PMK), sapi yang produktivitas susunya menurun menjadi 6 liter per hari harus segera dijual untuk ditukar dengan sapi laktasi yang baru," kata Zaenal Abidin pemilik Pemerahan Susu Sapi Sumber Segar di Desa Garung Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kudus, dikutip dari Antara, Jumat 1 Juli.

Pada kondisi normal, menurut Zaenal Abidin, sapi miliknya bisa menghasilkan susu antara 10-12 liter per harinya, sedangkan yang produktivitasnya menurun hingga 6 liter per hari sudah saatnya dijual untuk dibelikan sapi laktasi yang baru yang bisa menghasilkan susu hingga 12 liter per harinya.

Hanya saja, kata dia, dari 19 ekor sapi laktasi miliknya, tercatat ada dua ekor sapi yang seharusnya dijual untuk dibelikan sapi laktasi yang baru agar produksi susunya bisa stabil.

Ia mengakui dalam sehari bisa menghasilkan 200-an liter susu, sedangkan saat ini menurun menjadi 170-an liter per hari akibat adanya susu yang produktivitasnya menurun dan belum diganti dengan sapi laktasi yang baru.

Untuk antisipasi agar sapi miliknya tidak terpapar, maka untuk sementara dirinya menghentikan pembelian sapi perah yang sebelumnya rutin mendatangkan dari Kabupaten Boyolali.

"Pasalnya, Kabupaten Boyolali sebagai daerah penghasil sapi perah juga termasuk salah satu daerah wabah PMK," ujar Zaenal.

Untuk sementara, kata dia, pembelian sapi menunggu situasinya kondusif dan sesuai petunjuk dari Dinas Pertanian dan Pangan Kudus.

Meskipun sedang muncul wabah PMK, lanjutnya, permintaan susu sapi hingga kini masih stabil dan belum terpengaruh dengan informasi penyebaran PMK.

Sebagaimana diwartakan, Kementerian Pertanian telah melakukan distribusi vaksin darurat PMK sebanyak 651.700 dosis sejak Jumat 24 Juni dan telah diterima berbagai daerah kantong ternak nasional. Vaksin darurat dipersiapkan sebanyak 3 juta dosis, dan selanjutnya pemerintah akan terus menambah jumlah vaksin PMK hingga 29 juta dosis.