BUMN Gencar Lakukan Hilirisasi, Erick Thohir: Buka Peluang Investasi
Menteri BUMN, Erick Thohir. (Foto: Dok. Kementerian BUMN)

Bagikan:

JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) gencar melakukan hilirisasi sumber daya alam (SDA). Tujuannya adalah untuk menekan ketergantungan impor Indonesia terhadap produk-produk asing. Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan hilirisasi juga dapat membuka peluang investasi.

Erick mengungkapkan berbagai manfaat yang didapatkan dengan adanya hilirisasi. Misalnya, pengolahan batu bara menjadi barang jadi dan barang setengah jadi. Dengan adanya pengolahan bahan mentah maka akan meningkatkan nilai produk pasca pengolahan.

Dengan begitu, lanjut Erick, keuntungan yang didapat oleh Indonesia juga meningkat. Sementara,di sisi lain ini juga membawa efek yang berkelanjutan dan berkaitan.

"Selain akan menciptakan nilai tambah produk multiplier effect-nya akan menciptakan berbagai peluang usaha lainnya mendatangkan investasi menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar sehingga akhirnya meningkatkan taraf hidup masyarakat," kata Erick, dikutip dari akun Instagram resminya @erickthohir, Rabu, 23 Februari.

Selama ini, sumber daya alam di Indonesia kerap diekspor dalam kondisi bahan mentah. Sementara pengolahannya dilakukan di luar negeri, yang kemudian barang jadinya akan diimpor ke Indonesia. Karena itu, kata Erick, hilirisasi akan menekan ketergantungan impor Indonesia terhadap produk-produk asing.

"Hilirisasi sumber daya alam sangat penting untuk mewujudkan Indonesia yang lebih mandiri. Karena mengurangi ketergantungan terhadap produk impor. Dengan hilirisasi kita tidak perlu lagi mengekspor bahan baku mentah melainkan barang setengah jadi atau jadi," tuturnya.

Menurut Erick, BUMN memiliki peran dalam hilirisasi ini. Contohnya adalah lewat perusahaan patungan pabrik baterai listrik dan gasifikasi batu bara.

"Bersama holding BUMN Industri Pertambangan kami melakukan inisiatif hilirisasi antara lain pembangunan smelter, pembentukan Indonesia Battery Corporation (IBC) dan gasifikasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME)," ucapnya.

Dalam video yang diunggah di Instagramnya, Erick memberikan sejumlah contoh hilirisasi. Misalnya adalah pengolahan bahan mentah yang dilakukan oleh dua perusahaan pelat merah. BUMN mengambil peran dalam inisiasi hilirisasi bahan mentah

"Banyak sekali yang sekarang kita dorong bagaimana PT Freeport bangun smelter, PT Timah akan bangun smelter juga," katanya.

Kemudian, lanjut Erick, perusahaan plat merah juga memulai lisasi batubara sebagai bahan pengganti elpiji atau LPG.

"Aluminium kita itu bisa diproses, ke alumina. Jadi turunan pohonnya kelihatan, ini yang kita tadi kita dorong supaya kita lebih competitivenes," jelasnya.