Merasa Cemas dan Kesepian saat Lebaran? Berikut Tips Mengatasi Stres
Ilustrasi (Sumber: Unsplash)

Bagikan:

JAKARTA - Ini merupakan kedua kalinya merayakan Idulfitri di tengah pandemi COVID-19. Salah satu imbasnya, tradisi mudik pun dilarang. Hal ini bukan tak mungkin membuat kesepian menyerang. Tapi tenang, ada beberapa tips supaya rasa stres akibat kesepian bisa hilang.

Stres adalah keadaan yang umum ditemukan pada zaman saat ini. Beberapa orang juga harus bersiap dengan pelbagai pertanyaan sederhana yang sebenarnya baik, namun menakutkan tentang kapan menikah.

Menulis kecemasan

Kita perlu mempelajari apa yang memicu kecemasan dalam diri. Apakah ini menyangkut pekerjaan, keluarga, atau hal lain?

Tuliskan itu dalam catatanmu saat kita merasa stres atau cemas, dan kemudian mencari polanya, mengutip laman Anxiety and Depression Association of America.

Saat mencatat apa yang membuat Anda stres adalah satu pendekatan, pendekatan lain mencatat apa yang Anda syukuri.

Bersyukur dapat membantu meredakan stres dan kecemasan dengan memfokuskan pikiran pada hal-hal positif dalam hidup Anda.

Berbincang dengan teman

Cara menangani stres dan kecemasan adalah dengan berbicara kepada seseorang. Kamu perlu memberi tahu teman dan keluarga kalau kamu merasa kewalahan. 

Tak ragu untuk mengungkapkan kecemasan kepada teman seperti dikutip laman Healthline, adalah salah satu solusinya. Tanyakan juga kepada mereka bagaimana mereka bisa membantu kamu keluar dari masalah ini. Selain itu, kamu perlu juga membicarakan kecemasan kamu kepada terapis profesional.

Kurangi asupan kafein

Orang menganggap meminum kopi dapat membantu pikiran menjadi rileks dan tenang. Akan tetapi, kandungan kafein dalam kopi bersifat stimulan yang jika dosis tinggi dapat meningkatkan kecemasan.

Ada ambang batas yang berbeda. Tiap orang memiliki batas toleransi berapa banyak kafein yang dapat dikonsumsi.

Jika kamu menyadari kafein membuat kamu gelisah atau cemas, kamu perlu menguranginya.

Tidur

Tidur adalah cara baik untuk mengatasi stres dan kecemasan. Namun, menjadi pertanyaan, bukankah orang stres sulit untuk tidur?

Memang, efek samping stres yang umum adalah kesulitan tidur. Jika terjadi tiga kali seminggu selama tiga bulan, mungkin kamu mengalami insomnia.

Kurang tidur ini bisa menambah tingkat stres dan siklus sulit tidur. Mungkin hal ini juga terjadi padamu saat Lebaran.

Untuk mengatasinya, kamu bisa melakukan olahraga secara teratur, berjemur di bawah sinar matahari, meditasi, menghindari penggunaan gadget satu jam sebelum tidur dan rutin membuat jadwal tidur.

Hal ini akan membantu kamu untuk tidur secara teratur yang akan membantu kamu keluar dari stres. Kebiasaan tidur baik dapat membantu pribadi keluar dari kecemasan dan stres.

Mendengarkan musik

Mendengarkan musik adalah cara lain untuk mengatasi stres saat Lebaran. Rekomendasi musik yang didengarkan adalah musik yang menenangkan seperti musik klasik.

Selain itu, audio dengan nuansa alam membantu kamu relaksasi karena itu sering digunakan untuk meditasi. Kamu juga bisa mendengarkan musik favorit kamu.

Mendengarkan musik dapat memberikan efek relaksasi pada tubuh. Musik instrumental bertempo lambat bisa memicu respons relaksasi yang membantu menurunkan tekanan darah dan detak jantung serta hormon stres.

Demikian 5 tips untuk mengatasi stres saat Lebaran tiba. Walau kamu melihat teman-teman di sekitar merasa bahagia pada momen tersebut, kamu juga bisa mendapatkannya dan tidak perlu memikirkan bahwa segalanya akan berakhir buruk.

 

BERNAS Lainnya