Biden Siap Lanjutkan Rencana Trump-Pence Daratkan Perempuan Pertama di Bulan
Artemis terdiri dari sepasang misi ilmu bumi yang dikirim dalam misi baru untuk memelajari titik Lagrange Bumi-Bulan untuk pertama kalinya (Sumber: Wikimedia Commons)

Bagikan:

JAKARTA - Presiden Joe Biden menyatakan dukungan terhadap rencana Amerika Serikat (AS) kembali ke Bulan. Sebelumnya wacana ini pernah disampaikan pendahulunya, Donald Trump.

Ada spekulasi tentang arah yang mungkin diambil pemerintahan baru dalam program Artemis. Menurut rencana, pria berikutnya, serta wanita pertama akan mendarat di permukaan bulan dalam beberapa tahun ke depan.

Sekretaris pers Gedung Putih Jen Psaki mengonfirmasi berita tersebut dalam pengarahan media, Kamis, 4 Februari.

Presiden Joe Biden (Sumber: Wikimedia Commons)

"Saya sangat senang sekarang untuk memberi tahu putri saya semua tentang itu," kata Psaki, dikutip BBC, Minggu, 7 Februari. Ia menambahkan: Melalui program Artemis, pemerintah Amerika Serikat akan bekerja dengan industri dan mitra internasional untuk mengirim astronot ke permukaan Bulan. Pria dan wanita lain ke Bulan.

Psaki menjelaskan misi tersebut akan membawa "ilmu baru dan hal menarik lainnya, terutama dalam hal mempersiapkan misi masa depan ke Mars dan menunjukkan nilai-nilai Amerika." Meski begitu, Psaki tidak menyebut kapan target keberangkatan dilakukan.

Sebelumnya, mantan Wakil Presiden Mike Pence telah menyebut tahun 2024. Namun informasi yang berkembang di internal Gedung Putih menyatakan Trump dan Pence pun sejatinya tak "terikat" pada tahun yang disebut.

Tentang misi

Mike Pence berbincang dengan Donald Trump (Sumber: Wikimedia Commons)

Setelah misi kembali ke Bulan diumumkan Mike Pence pada tahun 2017, NASA mengumumkan mereka menargetkan pendaratan pada tahun 2028. Ketika Pence mengatur ulang garis waktu tersebut pada tahun 2019, itu telah dilihat sebagai cara untuk "menyalakan api" di bawah NASA, memercepat upaya yang dinilai lambat oleh pemerintahan Trump.

Tanggal 2024 diragukan karena kekurangan dana untuk elemen pendaratan, yang akan membawa astronot dari orbit Bulan ke permukaan. NASA telah meminta 3,3 miliar dolar AS untuk mendanai Sistem Pendaratan Manusia (HLS) pada 2021, tetapi hanya menerima 850 juta dolar AS. Hal itu kemungkinan akan memengaruhi jadwal.

Elemen lain dari arsitektur Artemis Moon adalah pesawat ruang angkasa Orion dan roket Space Launch System (SLS). Kapsul Orion dan modul servis yang akan digunakan pada misi Artemis pertama --sebuah loop yang tidak berawak di sekitar Bulan-- berada di Kennedy Space Center di Florida sedang dipersiapkan untuk peluncuran yang dijadwalkan pada akhir 2021.

Artemis terdiri dari sepasang misi ilmu bumi yang dikirim dalam misi baru untuk memelajari titik Lagrange Bumi-Bulan untuk pertama kalinya (Sumber: Wikimedia Commons)

Bagian terbesar dari roket SLS yang akan melayang di atas Orion dalam penerbangan ini saat ini berada di Stennis Space Center di Mississippi, di mana roket tersebut akan mengalami "hotfire" lainnya, di mana keempat mesin menyala selama delapan menit selama pekan tanggal 21 Februari.

Upaya hotfire sebelumnya dimatikan setelah lebih dari satu menit karena masalah hidrolik. Perangkat keras Orion dan SLS yang akan digunakan pada misi Artemis kedua dan ketiga saat ini sedang dirakit. Ini adalah penerbangan ketiga yang akan melihat manusia mendarat di Bulan untuk pertama kalinya sejak Apollo 17 pada tahun 1972.

Psaki berkata: Sampai saat ini hanya 12 manusia telah berjalan di Bulan. Itu setengah abad yang lalu. Program Artemis, titik jalan ke Mars, memberikan kesempatan untuk menambahkan angka ke sana.

"Eksplorasi bulan memiliki dukungan luas dan bikameral di Kongres."