Curhat Didi Mahardika saat Detik Terakhir Rachmawati Soekarnoputri Tutup Usia
Didi Mahardika/VOI

Bagikan:

JAKARTA - Putra Rachmawati Soekarnoputri, Didi Mahardika menceritakan detik-detik terakhir bersama ibunya sebelum meninggal dunia di Rumah Sakit karena COVID-19.

Putri Presiden pertama RI Soekarno itu meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, sekitar pukul 06.15 WIB, 3 Agustus.

"Saya mau cerita dari detik-detik terakhir Mbu (Ibu) berpulang, di jam 12 malam saya ke RSPAD dengan Niza mengirimkan doa. Setelah doa itu selesai, ibu terbangun dari tidurnya di ruang ICU, tapi kan terpisah dari kaca. Kita bisa lihat dari kaca. Saya berdoa disitu sama Niza, semoga Mbu diberikan yang terbaik sama Allah SWT," kata Didi dikutip dari Youtube voidotid, Minggu, 29 Agustus.

Kata Didi, setelah ibunya terbangun dia merasa melakukan kontak batin. Sambil melambaikan tangan, Didi mengatakan sang ibu seperti menyampaikan pesan jika nanti meninggal dunia permintaan terakhirnya adalah memintakan maaf kepada semua orang baik yang disegaja tau tidak.

"Hati aku terdengar di dalam hati 'kalau saya engga ada tolong sampaikan ke semua bahwa saya minta maaf kalau saya punya salah'. Dan di situ saya jawab 'iya mbu', tapi itu batin engga ngomong," kata Didi.

Setelah itu, sang Ibu Rachmawati kembali tidur. Pada pukul 01.30 Didi pulang ke rumahnya di Cilandak. Namun pada saat pulang, Didi mengaku perasaannya sangat hancur.

"Saya drop saya rapuh banget disitu, selama perjalanan saya nangis, kenapa ya padahal saya ngelihat saturasi kesehatan dia membaik, kok kenapa saya rapuh, hancur padahal kondisi membaik," kata Didi.


Sesampainya di rumah dia mengaku tidak langsung turun dari mobil. Sebab dia masih menangis dan memerlukan waktu untuk turun dari mobil.

Di mobil dia memikirkan kembali kontak batik dengan ibunya. Dia tersadar bahwa komunikasi batin itu merupakan 'pamit' dari ibunya. Dia pun memanjatkan doa untuk kesembuhan ibunya.

"Ya allah jangan sampai sekarang, saya butuh bimbingan. Akhirnya saya masuk rumah, saya mandi, tidur," kata Didi.

Belum lama tidur, Didi mengaku dihubungi sang kakak bernama Romi yang mengabarkan bawa ibunya telah meninggal dunia.

"Itulah jawaban kenapa saya rapuh, saya mengis disaat kesehatannya membaik," kata dia.

Setelah mengetahui ibunya meningga dunia, Didi pun melaksanakan apa yang menjadi pesannya. Yakni menyampaikan permintaan maaf pada saudara, kerabat, dan orang yang dikenal ibunya.

"Saya menghubungi saudara mbu dan pak Prabowo, saya sampaikan bahwa sebelum meninggal dia seolah menyampaikan permintaan maaf," ujar dia.