Antrean Pasien COVID-19 Membeludak, Pengelola RS Wisma Atlet: Biar Sadar, Efek Mereka Sendiri
Wisma Atlet Kemayoran (DOK Kementerian PUPR)

Bagikan:

JAKARTA - Beredar sebuah video antrean membeludak pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Dalam video tersebut, ratusan warga terkonfirmasi positif corona duduk lesehan di pelataran lobi Wisma Atlet. Hal ini dibenarkan oleh Komandan Lapangan RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran, Letkol Laut Muhammad Arifin.

"Memang benar ada antrean panjang. Itu kejadiannya semalam," kata Arifin saat dikonfirmasi, Selasa, 15 Juni.

Arifin menjelaskan, mereka baru diantar oleh puskesmas di lingkungan rumahnya dan sedang menunggu untuk mendapatkan kamar isolasi.

Ia mengaku, pasien yang masuk sejak semalam cukup banyak. Sementara, petugas membutuhkan waktu untuk menyiapkan ruang isolasi. Terlebih, saaat ini ketersediaan tempat tidur pasien COVID-19 Wisma Atlet sudah hampir penuh.

Melihat kejadian ini, Arifin berharap masyarakat sadar bahwa kepatuhan untuk menerapkan protokol kesehatan itu penting agar tak tertular COVID-19. Sebab, saat sudah tertular, mereka akan mengalami kerepotan untuk menjalani isolasi.

"Biar masyarakat pada melihat. Kan enggak enak tuh antre, sampai dini hari baru dapat kamar, menunggu lesehan begitu. Itu kan efek dari mereka sendiri. Kalau sekarang saya ngomong antre, ya biarin aja. Saya ngomong apa adanya biar sadar," ungkap dia. 

Antrean pasien di RS Wisma Atlet 

 

Sebagai informasi, terjadi penambahan tingkat keterisian tempat tidur perawatan pasien COVID-19 di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran pada hari ini.

Saat ini, keterpakaiannya mencapai 90 persen dari 5.994 tempat tidur yang disediakan, sehingga ada 20 persen tempat tidur yang tidak terisi pasien. 

Kepala Penerangan Kogabwilhan I, Kolonel Marinir Aris Mudian menyebut per hari ini, ada 425 orang yang baru datang ke Wisma Atlet sebagai pasien isolasi COVID-19.

"Pasien rawat inap di RSD Wisma Atlet ini sebanyak 5.453 orang dari 5.994 kapasitas tempat tidur. Semula ada 5.028 orang yang dirawat dan hari ini bertambah 425 orang," kata Aris dalam keterangannya.

Sehingga, sejak awal dijadikan tempat isolasi pada 23 Maret 2020 hingga saat ini, RSD COVID-19 Wisma Atlet telah merawat. 92.278 pasien virus corona. 

"Ada 86.825 pasien keluar, dengan rincian 85.815 pasien sembuh, 918 dirujuk ke rumah sakit lain, dan meninggal 92 orang," ucap dia.

Saat ini, pemerintah sedang menyiapkan penambahan kapasitas di Wisma Atlet Kemayoran menjadi 9.566 tempat tidur isolasi. Lalu, pemerintah juga akan membuka satu tower di Wisma Atlet Pademangan sebanyak 1.572 tempat tidur.