JAKARTA - Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat Marco Rubio menyatakan ada sedikit kemajuan terkait situasi di Iran dan Selat Hormuz.
"Ada sedikit kemajuan. Saya tidak ingin melebih-lebihkan, tetapi ada sedikit pergerakan dan itu hal yang baik,"kata Rubio kepada wartawan menjelang pertemuan setingkat menluanggotaNATO bersama Sekretaris Jenderal (Sekjen)NATO Mark Rutte dilansir ANTARA dari Anadolu, Jumat, 22 Mei.
Rubiomengatakan prinsip utama AS tetap tidak berubah, yakni Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir.
Dia menyebut Washington masih menunggu hasil pembahasan yang masih berlangsung terkait Iran, sambil menegaskan isu pengayaan uranium dan cadangan uranium dengan pengayaan tinggi milik Teheran harus diselesaikan.
BACA JUGA:
Rubio juga menuding Iran berupaya membentuk "sistem pungutan"di Selat Hormuz dan mencoba mengajakOman untuk bergabung dalam inisiatif tersebut.
"Tidak ada negara di dunia yang seharusnya menerima hal itu," kataRubio, seraya menyebut gagasan tersebut tidak dapat diterima.
Dia pun memperingatkan jika hal itu terjadi di Selat Hormuz, maka situasi serupa dapat terjadi di wilayah strategis lain di dunia.
Rubio mengatakan Amerika sedangbekerja melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), terkait resolusi yang disponsori Bahrain,mengenai isu tersebut dan mengakumendapat dukungan internasional luas.
"Mari kita lihat apakah PBB masih berfungsi," katanyasambil mengkritik anggota Dewan Keamanan PBB yang disebut mempertimbangkan veto terhadap resolusi itu.
Sementara itu, Sekjen NATO Ruttemengatakan pertemuan setingkat menluitu akan membahasbelanja pertahanan, masalah Ukraina, dan kebebasan navigasi di tengah meningkatnya kekhawatiran mengenai Iran dan Selat Hormuz.
"Saya mendengar dari banyak kolega tidak dapat diterima jika kebebasan navigasi diinjak-injak seperti yang terjadi saat ini,"kata Rutte.