Bagikan:

JAKARTA - Presiden AS Donald Trump membatalkan rencana untuk mengirim delegasi ke Pakistan seiring masih 'buang muka' Iran imbas AS tetap ngotot melakukan ancaman blokade Selat Hormuz di tengah rencana negosiasi di Islamabad.

Iran bersikeras bahwa tidak ada pertemuan formal dengan pejabat AS dalam kunjungan singkat Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi di Pakistan pada Sabtu 25 April waktu setempat.

Sebelumnya, sejumlah media Iran dan internasional mengabarkan pada Jumat malam 24 April bahwa Araghchi dikabarkan terbang ke Pakistan.

Sumber-sumber dari Pemerintah Pakistan mengatakan kepada Al Jazeera adanya terobosan besar dari kedatangan Araghchi yang diperkirakan terkait dengan negosiasi putaran kedua perundingan damai dengan AS di Islamabad.

Menurut sumber lain, ada kemajuan dalam permasalahan tetap ngototnya Trump memblokade kapal-kapal keluar masuk pelabuhan Iran meski Selat Hormuz sempat dibuka Iran seiring gencatan senajata di Lebanon.

Sementara media Pemerintah Iran melaporkan bahwa Araghchi ke Islamabad dalam rangka kunjungan kerja singkat ke tiga negara, yang dimulai pada Jumat malam 24 April dari Islamabad; Pakistan, Muscat; Oman dan Moskow; Rusia.

Mengutip Anadolu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan bahwa Araghchi akan bertemu langsung dengan para pejabat senior Pakistan.

Terlepas dari kabar itu, Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan utusan khusus AS untuk Timur Tengah, Steve Witkoff, dan menantu Presiden Trump, Jared Kushner, terbang ke Pakistan pada Sabtu 25 April.