Bagikan:

JAKARTA - Gara-gara aksi dua warga Amerika Serikat, pengunjung yang ingin melihat Punch, monyet makaka viral di Jepang, kini harus menghadapi aturan lebih ketat.

Menurut laporan The Independent dikutip Jumat, 22 Mei, insiden itu terjadi pada 17 Mei di Kebun Binatang Ichikawa City, Prefektur Chiba. Dua warga AS diduga masuk tanpa izin ke kandang monyet. Saat itu, hampir 60 monyet berada di dalam kandang, termasuk Punch.

Punch sebelumnya viral karena memeluk boneka orangutan setelah ditinggalkan induknya. Videonya membuat banyak orang datang ke kebun binatang di luar Tokyo itu.

Polisi pada Selasa menyerahkan berkas dua warga AS itu kepada jaksa. Mereka diduga menghalangi kegiatan usaha secara paksa.

Kedua orang itu adalah Reid Jahnai Dayson, 24 tahun, yang mengaku sebagai mahasiswa, dan Neal Jabahri Duan, 27 tahun, yang menyebut dirinya penyanyi.

Menurut penyidik, keduanya bersekongkol masuk ke kandang sekitar pukul 10.50 pagi. Dayson disebut memanjat pagar dan melompat ke dalam kandang dengan kostum karakter. Duan merekam aksi itu dari luar memakai ponsel, lalu membagikannya di media sosial.

Aksi itu berhenti sebelum keduanya sempat mendekati satwa. Staf kebun binatang langsung menahan mereka.

Kebun binatang kemudian memperlebar zona pembatas di sekitar kandang. Pengelola juga memasang jaring anti-penyusupan dan memulai patroli terus-menerus sejak 19 Mei.

Pengelola bahkan mempertimbangkan larangan penuh pengambilan gambar di Saruyama, area kandang monyet.

“Terkait metode penerapan larangan penuh dan dampak yang mungkin ditimbulkannya, kami akan melanjutkan pembahasan lebih lanjut,” kata pihak kebun binatang.

Mereka juga menyatakan banyak menerima pertanyaan dan usulan pengambilan gambar dari YouTuber dan pihak lain. Namun, semua itu ditunda untuk sementara setelah insiden tersebut.

“Kami meminta maaf atas ketidaknyamanan lebih lanjut dan memohon pengertian Anda,” kata pihak kebun binatang.

Kepala Divisi Kebun Binatang dan Kebun Raya Pemerintah Ichikawa, Takashi Yasunaga, mengatakan penyusupan itu membahayakan satwa dan staf.

“Kami ingin mengambil berbagai langkah untuk memastikan hal seperti ini tidak pernah terjadi lagi,” katanya seperti dikutip AFP.

Sebelum insiden ini, pengelola sudah menerapkan aturan bagi pengunjung Punch. Mereka diminta tetap tenang dan hanya melihat selama 10 menit. Tujuannya agar Punch dan monyet lain tidak stres.

Setelah insiden 17 Mei, kebun binatang menambah pembatas, memasang jaring, dan meningkatkan patroli di sekitar kandang.