JAKARTA - Rusia dan China menyerukan pihak-pihak yang bertikai di Timur Tengah untuk bernegosiasi, menurut pernyataan bersama setelah pembicaraan di Beijing.
"Para pihak sepakatserangan militer AS dan Israel terhadap Iran melanggar hukum internasional dan norma-norma dasar hubungan internasional, serta secara serius merusak stabilitas di Timur Tengah,"demikian bunyi deklarasi tersebut dilansir ANTARA dari Sputnik, Rabu, 20 Mei.
Dokumen tersebut juga menyebutkan Rusia dan China menekankan perlunya pihak-pihak yang terlibat dalam konflik untuk kembali berdialog dan bernegosiasi sesegera mungkin guna mencegah perluasan zona konflik.
Selain itu, Rusia dan China juga mendukung gencatan senjata yang berkelanjutan di Jalur Gaza.
BACA JUGA:
Sementara itu, pernyataan bersama kedua negara tersebut juga berisi soal penguatan lebih lanjut kemitraan komprehensif dan kerja sama strategis dalam memperdalam hubungan bertetangga baik, persahabatan, dan kerja sama bilateral.
Rusia dan China juga menegaskan keberlanjutan perjanjian itu dan akan terus mematuhi dokumen tersebut secara ketat. Prinsip-prinsip yang tercantum dalam perjanjian, masih menurut pernyataan itu, telah diuji oleh waktu dan tetap relevan dengan kondisi saat ini.
HubunganRusia dan China tidak berbasis blok maupun konfrontatif, serta tidak menentangterhadap negara ketiga.
Disebutkan juga hubungan kedua negara itu dikembangkan berdasarkan penghormatan terhadap hak cipta dan prinsip yang tidak mencampuradukkan urusan dalam negeri masing-masing.
Pernyataan bersama itu menambahkanhubungan bilateral Rusia dan Chinatelah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah dan akan terus berkembang secara stabil.