JAKARTA - Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan pada Hari Minggu, senjata nuklir adalah "landasan" keamanan nasional Rusia, menurut media Rusia Vesti.
Peskov mengatakan persenjataan nuklir Rusia melindungi negara itu dari ancaman terhadap eksistensinya.
"Sebuah kekuatan nuklir tidak dapat diancam; eksistensinya tidak dapat diancam. Inilah yang memberi kita kesempatan untuk percaya diri dalam hal ini, dan inilah dasar dari pencegahan nuklir," katanya, melansir Anadolu (17/5).
Mengomentari hubungan dengan Eropa, Peskov mengatakan diskusi yang berkembang di dalam Uni Eropa tentang kemungkinan negosiasi dengan Rusia menandai "pergeseran besar" dan sesuai dengan kepentingan Moskow.
"Diskusi aktif tentang topik ini (dialog dengan Rusia), pergeseran menuju gagasan bahwa suatu hari kita harus berbicara dengan Rusia – ini bagus," urainya, mengingatkan Rusia tidak bertanggung jawab atas kegagalan dialog dengan Eropa dan tertarik untuk membangun kembali hubungan.
Berbicara tentang kemungkinan negosiator Uni Eropa untuk pembicaraan dengan Rusia, Peskov merujuk pada Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, dengan mengatakan "demi kepentingannya untuk tidak menjadi negosiator dengan Rusia."
"Jika Anda ingat, (Presiden) Putin mengatakan bahwa siapa pun bisa menjadi negosiator yang belum banyak mengatakan hal-hal buruk," tandasnya.
Awal pekan ini, Presiden Vladimir Putin mengatakan Rusia telah mengembangkan kemampuan nuklir yang "tidak ada bandingannya di dunia" karena Moskow terus memodernisasi kekuatan pencegahan nuklirnya.
BACA JUGA:
Presiden Putin mengatakan Rusia mempercepat pengembangan sistem senjata canggih setelah AS menarik diri dari Perjanjian Rudal Anti-Balistik pada tahun 2002.
"Itulah mengapa Rusia mulai mengembangkan sistem canggih yang tidak ada bandingannya di dunia, yang mampu menembus sistem pertahanan rudal yang ada dan yang akan datang," katanya selama konferensi video dengan Komandan Pasukan Rudal Strategis Sergey Karakayev yang membahas keberhasilan uji coba rudal Sarmat.