JAKARTA - Menteri Pertahanan Israel mengkritik bintang muda Barcelona Lamine Yamal, karena mengibarkan bendera Palestina saat klub asal Catalunya itu merayakan keberhasilan menjuarai kompetisi sepak bola Liga Spanyol.
Menteri Pertahanan Israel Katz dalam unggahan di media sosial menuliskan, tindakan Lamal "menghasut kebencian."
"Lamine Yamal memilih untuk menghasut kebencian terhadap Israel sementara tentara kita memerangi organisasi teroris Hamas, sebuah organisasi yang membantai, memperkosa, dan membakar anak-anak, perempuan, dan orang tua Yahudi pada 7 Oktober (2023)," tulis Israel Katz di X pada Hari Kamis, melansir The Associated Press (15/5).
Yamal yang berusia 18 tahun mengibarkan bendera Palestina besar dari bus terbuka selama parade kemenangan tim Barcelona melalui kota pada Hari Senin. Parade tersebut menarik sekitar 750.000 orang untuk merayakan gelar liga yang diraih sehari sebelumnya, kata otoritas setempat.
Yamal sendiri mengunggah foto dirinya memegang bendera tersebut di akun Instagram-nya.
Diketaui, Pemerintah Spanyol dan sebagian besar penduduknya sangat kritis terhadap operasi militer Israel yang menewaskan puluhan ribu warga Palestina di Gaza sebagai tanggapan atas serangan mendadak Hamas tahun 2023.
Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, yang sebelumnya menyerukan agar Israel dilarang dari acara olahraga karena tindakannya di Gaza, membela Yamal di media sosial.
"Mereka yang menganggap mengibarkan bendera negara sebagai 'menghasut kebencian' telah kehilangan akal sehat atau dibutakan oleh kehinaan mereka sendiri," tulis PM Sanchez di X.
"Lamine hanya mengungkapkan solidaritas dengan Palestina yang dirasakan jutaan warga Spanyol. Alasan lain untuk bangga padanya," tandasnya.
BACA JUGA:
Telah terjadi reaksi global terhadap Israel atas dampak kemanusiaan dari perang di Gaza, yang telah menyebar ke olahraga dan budaya. Protes telah terlihat di sepak bola, bersepeda, dan bola basket. Vuelta Spanyol tahun lalu berulang kali diganggu oleh para pengunjuk rasa yang marah dengan partisipasi tim bersepeda yang didukung Israel.
Spanyol juga merupakan salah satu dari lima negara yang memboikot Kontes Lagu Eurovision tahun ini sebagai protes terhadap keikutsertaan Israel.