Bagikan:

JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Uni Emirat Arab (UEA) membantah pernyataan yang mengklaim Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu melakukan kunjungan rahasia bertemu Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed (MBZ) di UEA.

Pernyataan yang dirilis kantor PM Benjamin Netanyahu itu mengungkapkan pertemuan rahasia itu digelar saat perang 40 hari Israel bersama Amerika Serikat (AS) melawan Iran.

"UEA menegaskan kembali bahwa hubungannya dengan Israel bersifat publik dan dilakukan dalam kerangka Kesepakatan Abraham yang terkenal dan diumumkan secara resmi, dan tidak didasarkan pada pengaturan yang tidak transparan atau tidak resmi," bunyi pernyataan Kemenlu UEA, Kamis 14 Mei, dikutip dari media TimesofIsrael.

Kemenlu UEA menekankan kabar pertemuan Netanyahu-MBZ secara rahasia di UEA selama Israel-AS serang Iran tidak benar, dengan alasan Pemerintahan UEA tidak pernah mengumumkannya secara resmi.

Menurut Kementerian tersebut, akun media sosial kantor PM Netanyahu yang dioperasikan oleh unsur Pemerintahan Israel menyebarkan informasi yang tidak terverifikasi atau mempromosikan narasi politik menyesatkan.

"Oleh karena itu, klaim apa pun mengenai kunjungan yang tidak diumumkan atau pengaturan yang tidak diungkapkan sama sekali tidak berdasar kecuali diumumkan secara resmi oleh otoritas terkait di UEA," sambung pernyataan Kemenlu UEA.

Diberitakan sebelumnya, kantor PM Israel mengeluarkan pernyataan lewat akun resmi media sosial X bahwa Netanyahu diam-diam menyambangi UEA saat perang 40 hari AS-Israel melawan Iran yang berlangsung sejak 28 Februari 2026.

"Di tengah-tengah Operasi Singa Mengaum, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu secara rahasia mengunjungi Uni Emirat Arab, di mana ia bertemu dengan Presiden UEA Sheikh Mohamed bin Zayed," demikian akun resmi X kantor PM Israel, @IsraeliPM, Kamis 14 Mei.