JAKARTA - Sebanyak 57 pucuk senjata rakitan sisa dari konflik antar desa di pulau Adonara diserahkan kepada Polres Flores Timur, Polda NTT sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah tersebut, pascakonflik.
Kapolres Flores Timur AKBP Adhitya Octario Putra mengatakan sejumlah senjata rakitan itu diserahkan oleh warga dari Desa Narasaosina yang sebelumnya berkonflik dengan Desa Waiburak, Kecamatan Adonara Timur.
“Ini merupakan contoh yang sangat baik tentang bagaimana keamanan dan kedamaian dapat dibangun melalui kesadaran, kepercayaan, dan kebersamaan,” kata Adhitya.
Penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Desa Narasaosina Januarius Tolan bersama tokoh adat dan masyarakat kepada jajaran Polres Flores Timur.
Selain 57 pucuk senjata api rakitan, warga juga menyerahkan 49 buah busur, 198 anak panah, serta 25 kelongsong peluru rakitan.
Kegiatan tersebut turut disaksikan Wadanyon B Pelopor Satbrimob Polda NTT AKP Antonio Cortereal, Kabag Ops Polres Flores Timur Eduardus Nuru, Kasat Intelkam Polres Flores Timur Taufan D. Adriansyah, dan Kapolsek Adonara Timur IPDA Andreas Peu Lamuri.
BACA JUGA:
Kapolres mengatakan langkah sukarela masyarakat Narasaosina menjadi sinyal positif bahwa warga memilih jalur damai dan mengedepankan penyelesaian persoalan melalui pendekatan persaudaraan dan hukum.
Menurut dia, keberadaan senjata ilegal di tengah masyarakat berpotensi memicu konflik baru dan membahayakan keselamatan warga.
“Kami mengimbau kepada masyarakat yang hingga saat ini masih menyimpan atau menguasai senjata api rakitan maupun senjata berbahaya lainnya agar dengan kesadaran sendiri menyerahkan secara sukarela kepada pihak kepolisian demi keamanan bersama,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Narasaosina, Januarius Tolan mengatakan penyerahan senjata tersebut merupakan bentuk komitmen masyarakat untuk menjaga situasi tetap aman dan mencegah konflik berkepanjangan.
Ia menegaskan tokoh adat, pemerintah desa, dan masyarakat memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga generasi muda agar tidak terjebak dalam kekerasan.
“Yang kami inginkan adalah situasi damai. Persaudaraan harus dijaga. Karena itu masyarakat dengan kesadaran sendiri menyerahkan senjata-senjata ini kepada pihak kepolisian,” katanya.
Langkah masyarakat Narasaosina dinilai menjadi momentum penting dalam membangun kembali rasa aman di Adonara Timur pascaketegangan sosial yang sempat terjadi di wilayah tersebut.
Hingga saat ini kondisi keamanan di kedua wilayah itu sudah kondusif dan masyarakat sudah beraktivitas seperti biasa.