TANJUNG SELOR — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara), Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy pimpin upacara Pembinaan Tradisi dan Pembaretan 100 Bintara Remaja angkatan 54/58 Direktorat Samapta Polda Kaltara di lapangan Mako Polda Kaltara, Rabu (13/5/2026).
"Sebanyak 100 Bintara Remaja telah menjalani pembinaan tradisi sejak 1 April 2026 di bawah pembinaan Direktorat Samapta Polda Kaltara," kata Irjen Djati.
Dalam prosesi pembaretan, Kapolda bersama Ibu Asuh Polwan Ny. Sari Djati Wiyoto Abadhy melakukan penyiraman air bunga dan penyematan baret sebagai tanda berakhirnya masa pembinaan tradisi sekaligus pengukuhan sebagai anggota Bhayangkara.
"Tradisi institusi Polri ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tapi bagian dari pembentukan karakter dan mental anggota kepolisian," ujar Irjen Djati.
“Tradisi yang saudara jalani ini bertujuan membentuk disiplin, loyalitas, jiwa korsa, serta mental yang kuat sebagai anggota Polri,” sambung dia.
BACA JUGA:
Ia menjelaskan, pembaretan yang diterima para bintara remaja harus dimaknai sebagai amanah dan tanggung jawab besar dalam menjalankan tugas kepolisian.
“Pembaretan yang saudara terima hari ini bukan hanya simbol kehormatan, tetapi juga simbol tanggung jawab moral dan komitmen pengabdian kepada institusi Polri, masyarakat, bangsa, dan negara,” jelasnya.
Kapolda menekankan bahwa tantangan tugas kepolisian ke depan akan semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan dinamika sosial di masyarakat.
“Tuntutan masyarakat terhadap Polri juga semakin tinggi. Karena itu setiap anggota Polri harus mampu bekerja secara profesional, responsif, humanis, dan tetap menjunjung tinggi integritas,” tegasnya.
Menurut Djati Wiyoto, anggota Polri dituntut mampu menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang dipercaya publik.
“Jaga nama baik institusi, pegang teguh disiplin, dan laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab,” tutupnya.
Untuk diketahui, selama masa pembinaan, para Bintara Remaja dibekali kemampuan teknis Samapta seperti Turjawali, TPTKP, Dalmas, dan SAR. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan penampilan bela diri kolosal, senam bersama, dan yel-yel dari para Bintara Remaja angkatan 54/58.