JAKARTA — Departemen Pertahanan Amerika Serikat merilis sejumlah rekaman fenomena anomali tak teridentifikasi atau UAP (Unidentified Anomalous Phenomena). Istilah ini kini digunakan pemerintah AS untuk menyebut objek atau kejadian misterius di udara yang belum bisa dijelaskan. Sebelumnya, publik lebih mengenalnya dengan istilah UFO (Unidentified Flying Object) atau objek terbang tak dikenal.
Kyodo News dikutip Sabtu, 9 Mei melaporkan, salah satu rekaman memperlihatkan objek mirip bola sepak di langit Laut China Timur, dekat Jepang.
Rekaman itu dirilis pada Jumat melalui situs Departemen Pertahanan AS. Ini menjadi gelombang pertama kasus yang belum terpecahkan dan dibuka ke publik.
Selain objek dekat Jepang, rilis tersebut juga memuat laporan penampakan di Amerika Serikat dan Timur Tengah.
Berkas yang menarik perhatian berjudul DOW-UAP-PR46. Isinya menunjukkan fenomena anomali tak teridentifikasi yang dilaporkan Komando Indo-Pasifik AS.
BACA JUGA:
Dalam keterangan resmi, objek itu disebut “menyerupai benda berbentuk bola sepak di dekat Jepang”.
Laporan tersebut memuat video berdurasi sembilan detik. Rekaman diambil pada 2024 melalui sensor inframerah dari platform militer AS.
Rilis ini dilakukan atas arahan Presiden Donald Trump. Pemerintah AS menyebut langkah itu sebagai bagian dari upaya membuka informasi yang selama ini dimiliki pemerintah soal UAP.
Departemen Pertahanan AS mengatakan akan merilis lebih banyak berkas secara bertahap setiap beberapa pekan.
“Sementara pemerintahan sebelumnya gagal bersikap transparan mengenai masalah ini, dengan dokumen dan video baru ini, rakyat dapat menilai sendiri,” tulis Trump di media sosial.