JAKARTA - Dua unit truk trailer melawan arus di Jalan Raya Cakung-Cilincing (Cacing), Jakarta Utara, Kamis, 7 Mei 2026, sore.
Kejadian tersebut berhasil direkam kamera amatir oleh warga sekitar yang merasa terganggu dengan adanya aktivitas trailer lawan arus jalan tersebut.
Tak hanya itu, aksi sopir truk trailer juga dinilai sangat membahayakan sejumlah kendaraan yang melintas sesuai arah jalan.
Berdasar rekaman video amatir yang beredar, truk trailer itu diketahui bernopol B 9195 AS dan B 9153 AS. Meski sang sopir ditegur oleh warga, namun sopir truk trailer justru emosi dan membentak warga. Sopir trailer itu kemudian langsung tancap gas melarikan diri.
Menanggapi aksi truk trailer yang lawan arah tersebut, Sudin Perhubungan Jakarta Utara langsung melakukan pelacakan terhadap pelat nomer kendaraan truk trailer tersebut.
Kasiop LLAJR Sudin Perhubungan Jakarta Utara, Yulza Ramadhoni mengatakan, terkait viralnya truk kontainer itu yang melawan arah ada 2 unit, pihaknya akan melakukan penelusuran terlebih dahulu terhadap kendaraan tersebut.
"Kami akan cek dari kewenangan yang kita punya. Contoh dari surat-surat yang jadi kewenangan kita, dalam hal ini adalah surat tanda uji kendaraanya. Nanti akan coba kita telusuri kendaraan tersebut," kata Yulza saat dikonfirmasi, Kamis, 7 Mei 2026.
BACA JUGA:
Yulza mengatakan, setelah pihaknya mendapati keberadaan kedua truk yang melakukan pelanggaran tersebut, pihaknya akan melakukan penindakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk kendaraan tersebut sesuai di rekaman video.
"Pasti dalam video terlihat plat nomer, dari dasar itu kita melakukan penindakan bila mana kedapatan nanti di lokasi atau dijalan yang dilewati kendaraan tersebut," katanya.
Dua truk trailer yang melawan arah itu diduga disebabkan karena tidak adanya penjagaan oleh petugas terkait.
"Pasti melakukan itu disaat tidak ada penjagaan, upaya yang kita lakukan adalah melakukan penjagaan. Tidak memungkinkan juga kita jaga di satu titik saja. Karena banyak titik yang memang perlu kita atur, kita jaga. Nantinya akan dilakukan penjagaan, ini sifatnya situasional di jam tertentu," ujarnya.
Yulza menegaskan, jika nantinya ada sopir truk trailer yang kembali melawan arus maka pihaknya tidak segan memberikan sanksi tegas terhadap para sopir truk trailer.
"Kalau tertangkap tangan di lokasi pasti akan dilakukan penindakan," ucapnya.