Bagikan:

JAKARTA - Sebanyak 25 personel rescue Basarnas dikerahkan ke lokasi kecelakaan maut kereta api di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April, malam.

"Personil rescue yang dikerahkan terdiri dari Kantor SAR Jakarta, Unit Siaga SAR Bekasi, dan Basarnas Special Group," kata Humas Kantor SAR Jakarta, Ramli Prasetio kepada VOI.

Tim rescue akan melakukan proses evakuasi terhadap sejumlah korban yang terjepit di dalam kereta commuter line maupun kereta Argo Bromo Anggrek.

Basarnas evakuasi penumpang terjepit di kecelakaan Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur/ Foto: IST

"Kami siapkan peralatan ekstrikasi dan Collapsed Structure Search and Rescue," ujarnya.

Berdasarkan pantauan, proses evakuasi terus dilakukan oleh tim rescue Basarnas maupun personel dari instansi lainnya. Proses evakuasi difokuskan ke dalam area kereta commuter line.

"Info perkembangan akan dilaporkan kembali setelah fokus pelaksanaan operasi SAR dan evakuasi terhadap korban," katanya.

Ramli menyebutkan, saat ini personel rescue Basarnas tambahan juga masih menuju lokasi untuk bantuan proses evakuasi terhadap korban.

"Sementara saat ini personel dari Bekasi sedang fokus upaya penyelamatan dan evakuasi terhadap korban," ucapnya.

Sebelumnya diberitakan, Kereta commuter line relasi Kampung Bandan (KPB) - Cikarang (CKR) ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya Pasar Turi) di Stasiun Bekasi Timur, KM 28+920 pada Senin, 27 April, malam.

Kejadian dilaporkan terjadi sekitar pukul 20.52 WIB. Peristiwa ini memakan banyak korban luka dari penumpang commuter line.

"Saat ini, PT KAI bersama pihak kepolisian tengah melakukan proses evakuasi terhadap rangkaian kereta serta penanganan korban di lokasi kejadian," kata Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo kepada VOI.

Akibat peristiwa kecelakaan tersebut, operasional perjalanan kereta api di lintasan tersebut terganggu.